285 Rabu, 09 September 2015 | 16:54:59

Ketatnya Ruang Gerak Investor Asing Di Australia

Ketatnya Ruang Gerak Investor Asing Di Australiahipwee

Meroketnya harga rumah di Australia akibat dari membanjirnya investor asing. Hal inilah yang menyebabkan warga lokal semakin sulit untuk memiliki tempat tinggal, sedangkan warga asing membeli properti  hanya untuk sekedar berinvestasi. Keadaan seperti ini  menjadi dampak harga properti di pasaran tidak stabil sehingga ikut mendorong jatuhnya perekonomian di Australia.  

Tiongkok merupakan pertambangan.Investor dalam jumlah terbanyak. Foreign Investment Review Board (FIRB) Australia mengatakan bahwa investor asal Tiongkok itu saat ini telah  mengambil posisi atas Amerika Serikat  sebagai negara investor terbesar di negeri Kangguru. Nilai investasinya mencapai sekitar 27,6 miliar dolar AS atau sebanding dengan Rp 275 triliun pada tahun lalu sedangkan setengah dari nilai tersebut masuk ke sektor real estat.

Berdasarkan dari hal tersebut ada dampak negatif yang didapat oleh karena itu pemerintah berencana untuk mengeluarkan kebijakan  baru dimana akan membatasi kepemilikan properti oleh orang asing. Kebijakan tersebut bukannya negara Australia alergi dengan investor asing, namun mereka hanya ingin menegakkan sebuah peraturan. Peraturan ini dibuat sebab, banyak transaksi  yang dilakukan secara ilegal.

Joe Hockey, Bendahara pemerintah Australia, menjelaskan bahwa terdapat sebanyak 462 kasus yang sedang diselidiki, yang disebabkan adanya pelanggaran peraturan yang dilakukan atas kepemilikan properti oleh orang asing.  Banyaknya kasus ini jumlahnya hampir  dua kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah kasus yang sedang diselidiki pada bulan Juni lalu.

Berdasarkan dari peraturan hukuman yang ada bahwa investor yang melanggar harus melepas kepemilikannya dengan cara menjual ke pasar lokal. Pada Agustus ini ada enam investor asing dihukum dan diperintahkan untuk menjual kembali propertinya.

Rumah tersebut ada di tiga lokasi yaitu Sydney, Brisbane dan Perth, dengan nilai properti sekitar 152.000 sampai 1,86 juta dolar Australia  atau senilai Rp 1,5 sampai 18,5 miliar. Para investor tersebut berasal dari Tiongkok dan negeri Asia lainnya.

Sekitar bulan Maret yang lalu telah ada satu investor yang berasal dari Hong Kong yang diperintahkan untuk menjual mansion-nya yang berlokasi di Sydney seharga 39 juta dolar Australia atau senilai Rp 389 miliar sebab pembeliannya dilakukan secara ilegal. 

Dahulu telah ada lima investor dari empat negara yang terkena hukuman seperti ini. Sebagian besar pelanggaran terjadi disebabkan  investor tidak dapat memenuhi persyaratan yang diminta sesuai dengan peraturan baru FIRB. Pada dasarnya  investor sudah mendapat persetujuan dari badan ini, sedangkan yang lainnya memang belum mendapat persetujuan dari FIRB.  Hukuman tersebut terpaksa dikenakan  sebab  pemerintah telah memberi waktu selama setahun kepada para investor untuk memasukkan persyaratan yang belum dipenuhi. Bahkan, untuk jangka waktu amnesti itu diperpanjang sampai 30 November 2015 yang akan datang.

Kebijakan baru ini sedang digodok oleh pemerintah bekerjasama dengan parlemen. Apabila kebijakan ini berlaku maka orang asing yang membeli secara ilegal akan dikenai denda sebesar-besarnya yakni sebesar 127.500 dolar Australia atau sekitar Rp 1,3 miliar dan dapat juga dikenakan hukuman penjara selama tiga tahun. Para investor juga dilarang untuk mengambil hasil dari keuntungan kapitalnya, yaitu sebesar 25 persen yang didapat dari  harga jual atau 25 persen dari nilai pasar, dalam hal ini  dinilai mana yang paling besar.

Hukuman juga berlaku kepada pihak ketiga yang dinilai turut andil dalam  membantu, misalnya agen properti dan penasihat keuangan. Disamping itu kebijakan baru ini juga menata status orang asing yang boleh membeli properti. Sedangkan pada kebijakan yang lama, penduduk yang berstatus temporer dapat membeli rumah dengan persetujuan FIRB namun harus terus menjual lagi propertinya tersebut apabila jangka waktu yang berlaku visanya telah habis.

Sumber : housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita