204 Rabu, 19 Agustus 2015 | 15:56:50

Siasat Vietnam Mengatasi Gelembung Properti

Siasat Vietnam Mengatasi Gelembung Propertiinvestasian

Gelembung pasar properti di Vietnam pada empat tahun yang lalu tepatnya pada tahun 2011, mulai kembali melejit dengan kegiatan konstruksi yang terjadi di pusat bisnisnya, Ho Chi Minh.
Adanya gelembung ini ditandai dengan adanya pengembangan dua gedung pencakar langit dan sejumlah proyek properti yang sifatnya multifungsi pastinya dengan progres yang luar biasa cepat. Kecepatan pembangunan dan pulihnya pasar properti di negara sosialis ini sudah tentu mengejutkan banyak pihak sebab, transaksi properti mengalami peningkatan hingga dua kali lipat yakni sebesar  6 miliar dollar AS.

Pasar properti di Vietnam kembali bergairah karena adanya peranan dari pemerintah. Perusahaan manajemen yang merupakan aset negara sudah melakukan pembelian aset properti gagal kredit atau biasa disebut  non performing loan (NPL) sebesar 8 miliar dollar AS.

Disamping itu Vietnam juga melakukan restrukturisasi sektor di bidang perbankan. Pemerintah Vietnam memberi stimulus pada sektor properti sebesar 1,4 miliar dollar AS, dan sudah meletakkan persyaratan keuangan yang lebih kuat juga ketat bagi pengembang properti.

Dengan berjalannya kebijakan-kebijakan tersebut maka pada tanggal 1 Juli 2015, pemerintah mengupayakan untuk melonggarkan pengetatan. Untuk pengucuran investasi dari pihak asing seperti  perusahaan asing, pembeli asing, dan  orang Vietnam atau viet kieu di mancanegara yang anggota keluarganya melarikan diri dari tanah air pada saat pemerintah komunis di utara berhasil menaklukkan pemerintah di selatan pada tahun 1975.

Adanya kebijakan kepemilikan mengenai properti warga negara asing (WNA) telah membuka pasar secara luas serta secara progresif menjadikan Vietnam sebagai kuda hitam di wilayah ekspansi investasi global. Para pengembang berlomba memasarkan produknya untuk pembeli asing. Misalnya, Vingroup yang menyasar orang asing, dan "viet kieu" di Hanoi, dan Ho Chi Minh dengan begitu berhasil menjual 112 unit apartemen laris hanya dalam hitungan waktu dua jam.

Sekitar 70 persen dari total 112 unit yang terjual  di antaranya dibeli oleh orang asing, dan perusahaan asing dimana dari pembelian tersebut di pergunakan untuk kepentingan karyawannya seperti perusahaan Intel, dan Samsung.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita