293 Senin, 13 Juli 2015 | 14:36:30

Kawasan Rawan Kriminal di London Timur Di Lirik Pengembang

Kawasan Rawan Kriminal di London Timur Di Lirik Pengembangbeenthere

Para penyelundup, pencopet, pencuri dan tunawisma sangat menyukai daerah London Timur. Tapi saat ini  Wapping  diburu para bankir dan pengacara sebagai tempat tinggal mereka. Perubahan besar-besaran yang terjadi di wilayah ini adalah yang membuat daerah di tepi utara Sungai Thames itu tidak lagi terlihat seperti pemukiman kumuh. Wapping merupakan salah satu sudut kota lawas di kota London yang telah berkembang sejak tahun 1520.

Tak ada yang berbeda dengan kota tua, Wapping juga memilki dermaga kecil dan dipenuhi dengan gudang-gudang tua. Bangunan kuno  yang telah usang diperbaiki dan beberapa dialihkan peruntukannya, hal ini menjadi lebih fungsional, seperti restoran dan apartemen. Yang menarik dari adanya perubahan pada kawasan ini juga melibatkan pihak swasta, sehingga tidak membebani keuangan daerah.

Property di London makin banyak diburu, karena lokasi Wapping juga di nilai sangat dekat dengan pusat bisnis di Inggris. Maka sudah tidak heran lagi jika harga properti di London terus meningkat. Sejak tahun 2005 sampai saat ini telah terjadi peningkatan hingga 90 persen. Apabila dilihat dari rata-rata properti di sana adalah seharga 325.801 Pound sterling (Rp 6,7 miliar) naik menjadi  611.017 Pound atau senilai dengan Rp 12,6 miliar.

Berdasarkan data Savills, kenaikan harga properti tersebut lebih tinggi dari kenaikan harga rata-rata di semua kota London, sebesar 81 persen, yakni dari  525.223 Pound atau senilai Rp 10,8 miliar menjadi 818.000 Pound  atau Rp 16,83 miliar.

Properti yang berlokasi di area utama, dalam periode Juni 2010 hingga Juni 2015, kenaikannya adalah sebesar 46,3 persen. Sedangkan di London pada periode yang sama hanya mengalami kenaikkan sebesar 30,7 persen.

Wapping banyak dilirik oleh para investor mancanegara dan salah satu penyebabnya adalah hal tersebut. Scott West, salah seorang sales manager dari Foxtons estate agents mengatakan bahwa sepertiga dari konsumen tersebut adalah berasal dari luar negeri, baik itu dari kota London ataupun dari Asia.  Negara Tiongkok dan Singapura, tiapkali hanya melihat sekilas saja atau tidak berkunjung sama sekali tetapi  langsung membeli properti disana.

Seharusnya di Wapping menjadi kawasan hunian sejak 1970-an dan beberapa dari pengembang saat itu terinspirasi dengan adanya alih fungsi gudang jadi apartemen yang saat ini cukup  marak di kota New York.

The Oliver’s Wharf adalah salah satu gudang yang diubah dan salah satu dari penghuninya adalah aktor Sir Alec Guinness yang pernah  bermain di film seri Star Wars. Apartemennya saat ini sedang dipasarkan seharga 3,89 juta dolar atau senilai dengan Rp 51,77 miliar.

Stok rumah di Wapping didominasi oleh keberadaan apartemen dari hasil alih fungsi gudang ke apartemen. Hanya memiliki sedikit saja ruang terbuka hijau dan sekolah yang memiliki standar tinggi. Dan sudah tidak asing lagi, apabila mayoritas dari  pembelinya adalah para  pasangan muda ataupun mereka yang belum berkeluarga dan bekerja di City (sebutan pusat kota London), Canary Wharf.

Sebagian besar penduduk Wapping menilai  suasana di lingkungannya hampir mirip dengan pedesaan, dilengkapi dengan beberapa kelompok toko dan kafe.  Pada beberapa sudut saat ini juga telah diisi oleh beberapa fasilitas kenyamanan khas kelas menengah atas. Misalnya baru-baru ini dibuka, Viajante, restoran milik chef Nuno Mendes dan telah mendapat sertifikat Michelin, yaitu sertifikat untuk restoran yang direkomendasikan oleh chef dunia.

Restoran ini menempati beberapa ruang di Metropolitan Wharf, yaitu sebuah bangunan kuno bekas gedung teh.Nick Capstick-Dale, pemilik pengembang Metropolitan Wharf, juga telah membeli Wapping Hydraulic Power Station.

(Sumber: Wall Street Journal)
Sumber: Housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita