284 Rabu, 27 Mei 2015 | 13:45:53

Tiongkok Ciptakan Lapangan Tenis Sekelas Wimbledon

Tiongkok Ciptakan Lapangan Tenis Sekelas Wimbledon housingestate

Li Na adalah seorang Petenis kebanggaan Tiongkok. Prestasinya sangat luar biasa di tahun 2014 yang lalu petenis ini berhasil di posisi ke dua dunia WTA (Women Tennis Association). Dua gelar grand slam juga pernah diraihnya yaitu Australian Open ditahun 2014 dan French Open pada tahun 2011.

Meskipun kini sang petenis yang tersohor di Tiongkok ini sudah menggantungkan raketnya namun Li Na berhasil menularkan olehraga ini ke seluruh penjuru Tiongkok.

Wuhan adalah kota kelahiran dari Li Na, saat ini sedang dibangun stadion sekelas dengan Center Court Wimbledon, yang berada di Inggris.

Sport Development Investment Co (SDI) di Wuhan pada tahun lalu telah menyelenggarakan Wuhan Open yang masuk dalam jadwal tur WTA. Meski masih baru tetapi  jumlah penggemar olahraga tenis ini kian bertambah. Pada tahun lalu Wuhan Open telah berhasil menarik sebanyak 75.000 pemirsa televisi lokal ataupun global. Bahkan SDI telah mempunyai jadwal tetap sebagai penyelenggara China Open dan Shanghai Masters.

Posisi stadion baru ini tepat berada di sebelaj stadion yang saat ini tengah digunakan sebagai arena Wuhan Open. Stadion ini berdiri diatas lahan seluas 103.400 m2 dan mempunyai sebanyak 15.000 kapasitas tempat duduk atau jika sekitar 3x lipat dari stadion yang telah ada.

Fasilitas yang diberikan oleh stadion baru ini semuanya serba modern seperti terdapat 25 suites yang dapat dipergunakan sebagai ruang pemain. Sedangkan untuk ruang media dan ruang penyelenggara dibuat sengaja lebih luas. Stadion ini dirancang mirip dengan stadion muktifungsi Melbourne Park venue, yang pernah menjadi tempat penyelenggara Australian Open. Atap di stadion Wuhan yang baru ini didesain bisa buka tutup. Desain ini sengaja dibuat untuk menyesuaikan kondisi cuaca ketika pertandingan sedang berlangsung.

Stadion baru ini ditarget akan mengeluarkan biaya sebesar 1 miliar renminbi atau sekitar Rp 2,1 triliun dan akan rampung sebelum tanggal 27 September 2015. Tanggal rampungnya proyek ini sesuai dengan jadwal penyelenggaraan Wuhan Open.

Zhu Jianbin, President SDI, sangat optimis acara tanding tenis yang akan di adakan di Tiongkok akan berjalan dengan baik dan professional meskipun kapasitas lapangan lebih kecil jika dibandingkan dengan lapangan tenis dunia lainnya. Tak tanggung-tanggung Zhu rela untuk belajar ke kota Paris demi untuk melihat penyelenggaraan French Open yang setiap tahun diselenggarakan di lapangan Roland Garros. Zhu berharap Wuhan menjadi kota tenis.

(Sumber: situs SDI dan Bloomberg)
Sumber: Housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita