255 Kamis, 21 Mei 2015 | 11:47:06

Sektor Properti Di China Melemah

Sektor Properti Di China Melemahapakabardunia

Kondisi yang terjadi saat ini di kota China mengalami penurunan harga pada sektor propertinya. Harga rumah baru di China mengalami penurunan terhitung sejak bulan ke delapan tahun lalu hingga bulan April, kendati demikian harga relatif flat sejak bulan Maret.

Sektor properti yang kian melemah di kota China telah menembus level terendah dan berharap akan kembali menguat. Menurut para analis bahwa  sektor properti ini akan kembali pulih di pasar properti namun akan memerlukan waktu yang cukup lama sebab masih banyak unit rumah baru yang belum terjual.

Dalam 25 tahun belakangan ini tahun ini merupakan tahun yang terburuk dalam sektor properti di China karena masih memiliki resiko terbesar. Keadaan seperti ini menjadi tugas untuk para pembuat kebijakan agar dapat melakukan pemangkasan dalam suku bunga dan langkah stimulus lainnya di tahun ini guna untuk mendorong kegiatan ekonomi di China.

Pada April tahun lalu hampir di 70 kota besar di kota China rata-rata harga rumah mengalami penurunan sebesar 6,1 persen, Tingkat penurunan ini juga terjadi pada bulan Maret.  Informasi ini didapat dari hasil kalkulasi Reuters dan berdasarkan data resmi yang telah diterbitkan.

Harga rumah baru secara keseluruhannya flat sejak bulan Maret, jika dilihat dari bulan sebelumnya maka berkurang dari penurunan sebesar 0,1 persen.

Dalam dua bulan berturut-turut harga rumah baru di Beijing justru mengalami kenaikkan. Sedangkan di Shanghai untuk pertama kalinya selama 12 bulan terakhir mengalami kenaikkan. Namun hampir sekitar 60 persen di kebanyakan kota di China mengalami penurunan.

Zhao Yang,  kepala ekonom China di Nomura mengatakan bahwa perkiraan penjualan untuk rumah baru akan mengalami pertumbuhan di semester II pada tahun ini dan untuk harga rumah di kota level ketiga dank e empat juga akan mengalami kenaikkan pada semester ini.

Masalah besar yang akan dihadapi dalam sektor ekonomi adalah investasi properti karena kemungkinan akan kembali menguat butuh waktu yang agak lama. Sebab itulah sektor properti di China akan tetap merosot dari target yang telah ditetapkan pada tahun 2015 ini yaitu sebesar 7 persen.

Pada sekitar 70 kota besar yang dimonitor NBS, yakni sebanyak 48 kota telah menunjukkan penurunan bulanan, terhitung sejak Maret sebanyak 50 kota mengalami penurunan. Perekonomian di kota China kian melemah, diprediksi bahwa pertumbuhan pada sektor ekonomi akan berada di bawah 7 persen.

Keadaan seperti ini membuat pemerintah untuk segera bertindak cepat guna untuk menghindari adanya pemutusan hubungankerja (PHK) secara massal. Perusahaan-perusahaan yang ada terus  didorong agar tetap mempertahankan karyawannya. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah menawarkan subsidi dan keringanan pajak pada perusahaan-perusahaan yang tidak memecat karyawannya. Bahkan ada beberapa perusahaan justru malah merekrut karyawan baru walaupun pertumbuhan ekonomi kian melemah. Kebijakan yang dilakukan pemerintah nampaknya mulai membuahkan hasil. Masalah besar yang di kuatirkan pada sektor tenaga kerja. adalah risiko keuangan dan risiko hutang, demikian seperti yang dijelaskan oleh ekonomi senior di Development Research Centre, thinktank yang berafiliasi dengan kabinet China, kepada kantor berita Reuters .

Sumber : Okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita