311 Selasa, 19 Mei 2015 | 09:23:10

Harga Rumah Di London Makin Meroket

Harga Rumah Di London Makin Meroket tribunnews

Lonjakan terhadap harga properti di kota London semakin tidak terjangkau dan hal ini juga menyebabkan daya beli akan properti semakin menurun. Kenaikkan yang terjadi hingga mencapai 12,1 persen jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang dijelaskan oleh salah satu perusahaan properti di Inggris yakni British Land bahwa segmen perkantoran dan redisensial mengalami kenaikkan hapir 18,8 persen.

Bangunan yang di miliki oleh salah satu perusahaan properti ini  British Land "Cheesegrater" mendapatkan rekor ditahun yang lalu yaitu dengan harga per kaki perseginya sebesar 142 dollar AS. Hal ini lah yang membuktikan bahwa kekuatan pada pasar properti di kota London sangat kuat. Walaupun mahal tetapi tipa unit yang telah terserap sekitar 84 persen.

Apartemen keluaran dari British Land harganya kian melonjak. Bangunan Clarges di Mayfair, British Land sebanyak 22 unit mendongkrak penjualan sebesar 409 juta dollar AS atau senilai dengan Rp 5,317 triliun.  Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa harga dari tiap unit apartemen disana bisa mencapai 18,95 dollar AS atau senilai Rp 246,3 miliar.

Properti Clarges ini juga telah mendapatkan rekor penjualan di Mayfair yang berada di harga rata-rata 7.500 dollar AS atau senilai Rp 97,5 juta untuk per meter persegi. Sedangkan British Land sendiri, lebih menitik beratkan pada investor asing dan orang-orang kaya.

British Land sebagai salah satu perusahaan properti di Inggris mengatakan bahwa London masih merupakan kota pilihan utama untuk berinventasi properti. London juga merupakan kota yang banyak memberikan keuntungan jika dibandingkan dengan kota-kota lainnya di Inggris. Perusahaan properti ini juga saat ini tengah merencanakan akan melakukan pembangunan di Shoreditch dan Surrey Quays.
Mirisnya rata-rata harga rumah yang ditawarkan di kota London secara tidak langsung tidak dapat dijangkau oleh kebanyakan masyarakat. Berdasarkan info terbaru, jumlah konsumen untuk membeli rumah di kota London mengalami penurunan hingga 73 persen pada tahun yang lalu.

Adanya penurunan daya beli masyarakat ini dikarenakan kenaikkan biaya perawatan anak sebesar 9 persen dan pendapatan masyarakat turun rata-rata sebesar 1,6 persen. Jika dipandang secara nasional kemampuan daya beli masyarakat mengalami penurunan sebesar 3 persen pada tahun yang lalu.

Menurut Direktur Peneliti Perumahan Hamptons International Fionnuala Early, kendati demikian walaupun suku bunga Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) rendah, harga untuk pangan dan minyak juga mengalami penurunan namun daya beli masyarakat lebih buruk jika dibandingkan dengan tahun yang lalu. Hal ini disebabkan adanya kenaikkan harga rumah lebih tinggi daripada pendapatan yang diterima kebanyakan masyarakat.

Sumber : propertikompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita