231 Rabu, 06 Mei 2015 | 11:33:14

Rusun Cantik Untuk Pekerja Di New York

Rusun Cantik Untuk Pekerja Di New Yorkindowsj

Pada umumnya kebanyak negara menyediakan fasilitas rusun untuk para kalangan pekerja namun ada yang menarik di kota New York ini. Kebanyakan negara memberikan fasilitas rusun untuk para pekerja dengan desain seadanya tapi berbeda dengan fasilitas yang diberikan oleh Amerika Serikat justru negara ini membangun rusun mewah untuk para pekerjanya.

New York adalah sebuah kota yang indah begitu pula fasilitas yang diberikan kepada para pekerjanya. Di Amerika Serikat (AS) akan dibangun rusun bagi pekerja yang didesain cantik serta dilengkapi dengan fasilitas yang beragam. Atlantic Development Group LLC dan Kenwood Equities LLC  adalah perusahaan developer yang mengenbangkan apartemen ini, karena desainnya yang begitu cantik dan menarik maka apartemen ini diberikan julukan “ luxury workforce housing”.

Lokasi dari apartemen ini tepatnya di 203 Gramatan Avenue, Mount Vernon. Apartemen ini di prediksi akan selesai pada awal tahun 2016, yang berhak menghuni apartemen tersebut adalah bagi masyarakat rumah tangga yang memiliki penghasilan antara 50.000 sampai 70.000 dolar atau sekitar Rp 650-910 juta penghasilan pertahunnya. Jarak dari penghasilan ini adalah sekitar 60% dari nilai rata-rata penghasilan rumah tangga di Amerika Serikat.

Proyek ini ditaksir akan menghabiskan dana sebesar 60 juta dolar AS atau sebesar Rp 777 miliar, hal ini terdiri dari 159 unit  yang dilengkapi dengan area parkir dan dinding yang penuh dengan jendela serta lantai yang berlapiskan kayu oaks, dapur yang juga telah dilengkapi dengan kompor dan mesin cuci piring, semua fasilitas ini tentu saja hal yang tidak biasa disediakan oleh rusun murah. Bukan hanya itu apartemen ini juga mencangkup ruang gym, bioskop, taman bermain anak serta taman di atap.

Fasilitas yang ada diapartemen ini tidak akan kita jumpai di di rusun pekerja di negara manapun, namun di Amerika Serikat pemerintahnya meninta agar para pengembang mempunyai standar desain yang lebih tinggi untuk memberikan fasilitas tempat tinggal bagi para pekerja, ujar wakil presiden Terwilliger Center for Housing, Urban Land Institute di Washington, D.C. Maya Brennan.

Sebuah kota di Amerika serikat bernama Mont Vernon dengan jumlah penduduk sebanyak  67.000 orang dinilai sebagai wilayah miskin. Wilayahnya hanya 11,4 km, hal ini hampir sama dengan luas kecamatan yang ada  di Indonesia. Letaknya di pinggiran kota New York, dan  berbatasan dengan wilayah Bronx, Mont Vernon yang termasuk memiliki wilayah dengan kepadatan yang tinggi.  Penduduk miskin menempati sisi selatan, sementara sisi utara dihuni  kaum yang lebih berada. Di bagian ini masih banyak ditemui rumah-rumah bergaya tudor, mediterania dan kolonial. Gramatan Avenue dan Fourth Avenue sebagai pusat kota  dan sebagai daerah pusat perbelanjaan, Petrillo Plaza sebagai transit hub serta sebagai lokasi kantor pemerintah setempat.

Apartemen ini merupakan tahap pertama dari peremajaan pusat kota. Pemkot Mont Vernon telah memiliki rencana induk yang cukup ambisius, yang merangkum banyak fungsi gedung, dengan nilai proyek sebesar 250 juta dolar AS  atau senilai Rp3,25 triliun.

Pembangunan apartemen ini diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi kota dan dapat mendorong para pengembang agar dapat menyediakan fasilitas dengan kualitas yang baik bagi para pekerja di Amerika Serikat.

Peter Fine, chief executive of Atlantic Development (AD). Fine, menyakini dengan adanya proyek ini kawasan ini akan tumbuh dan Peter juga berharap apartemen ini dapat terjual dengan harga pasar.
Apartemen ini dibangun oleh AD dengan alasan karena permintaan sangat tinggi , sebelumnya pengembang telah membangun rusun murah di upper Westchester pada dua setengah tahun dan tidak pernah kosong.

Sumber: housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita