436 Jum'at, 10 April 2015 | 10:39:31

Rumah Di Selandia Baru Per Unitnya Seharga Rp 13 Miliar

Rumah Di Selandia Baru Per Unitnya Seharga  Rp 13 Miliarindowsj

Barfoot & Thompson agen properti terbesar di Auckland, Selandia Baru membuat rekor baru untuk harga dan angka penjualan atas perumahan yang dipasarkannya. Sebanyak 420 unit rumah dengan harga  rata-rata diatas satu juta dollar AS atau senilai Rp 13 miliar telah di pasarkan oleh agen properti ini pada bulan Maret 2015 yang lalu. Dengan adanya penjualan ini maka angka penjualan menjadi melonjak sekitar 40 persen jika dibandingkan pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data dari Barfoot & Thompson, pada bulan Maret tahun 2014 yang lalu harga rata-rata untuk properti naik sekitar 9 persen menjadi 698.000 dollar AS atau berkisar Rp 9,074 miliar. Dengan demikian kalkulasi kenaikkannya dari tahun ketahun mencapai 13,9 persen.

Peter Thompson, Managing Director Barfoot & Thompson menjelaskan bahwa kenaikan harga hampir 3,9 persen pada bulan sebelumnya  dan rata-rata untuk harga jualnya adalah 776.729 dollar AS atau berkisar Rp 10 miliar dan jika dibandingkan dengan bulan Desember 2014 harga jualnya naik sekitar 17.000 dollar AS atau sekitar Rp 221 juta.

Pada tahap pertama di tahun ini harga jual sudah meningkat hampir 6,1 persen  dari harga yang ditawarkan yaitu sebesar 716.588 dollar AS atau sekitar Rp 9,3 miliar dan pada bulan Maret harga rata-rata perunit rumah lebih tinggi dari 12 bulan sebelumnya yakni sebesar 7 persen.

Harga properti  di Auckland yang ditawarkan oleh agen dibawah harga 500.000 dollar hanya seperlimanya saja yakni dari total 300 properti.  Auckland adalah sebuah kota di Selandia Baru yang 1,5 juta penduduknya dan pasar propertinya sangat kuat di negara ini. Hal ini dikarenakan adanya pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi serta sedikitnya investasi perumahan di kota tersebut. Hampir dua tahun terakhir ini harga rata-rata properti yang dipasarkan oleh Thompson mengalami peninhkatan sebesar 23 persen  jika dilihat dari tahun 2013 ada kenaikan sebesar 11 persen dan pada tahun 2014 sebesar 10 persen.

Salah satu bank di Selandia Baru, Westpac memprediksikan mengenai kenaikkan harga yang terjadi ini akan mengalahkan rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 7,5 persen.
Sedangkan  Graeme Wheeler, Gubernur New Zealand Reserve Bank menghimbau agar memperhatikan mengenai inflasi harga rumah berdasarkan risiko stabilitas keuangan dan ekonomi yang lebih luas. Menurutnya, walaupun belum terjadi pada faktor utama  yakni tingginya tingkat inflasi pada harga rumah yang dapat mengakibatkan meluasnya tekanan inflasi harga konsumen sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan keuangan.

Auckland dan Christchurch adalah dua kota yang memiliki hampir setengah dari total perumahan di Selandia Baru. Kedua kota ini telah mengalami kenaikkan harga masing-masing sebesar mencapai 39 persen dan 27 persen pada tahun 2007 keatas. Pada saat itu inflasi harga rumah terjadi hanya adanya keterlambatan pada pembatasan rasio nilai pinjaman serta kenaikkan pada suku bunga kredit yang telah menahan permintaan.

Inflasi harga rumah tahunan bergerak secara rata-rata saat ini 10,9 dan 7,4 persen di Auckland dan Christchurch, dan 1,1 persen di seluruh Selandia Baru," imbuhnya.
Wheeler menyebutkan kekurangan perumahan di Auckland diperkirakan meningkat pada tahun 2014 antara 15.000 dan 20.000 unit.

Sumber : Kompas


📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita