133 Kamis, 02 April 2015 | 13:25:39

Properti Tokyo Mulai Dilirik Investor Dunia

Properti Tokyo Mulai Dilirik Investor DuniaIlustrasi

Tokyo merupakan salah satu negara yang mulai dilirik para investor dunia dalam sektor propertinya, hal tersebut terjadi karena harga properti disana merangkak naik seiring perkembangan.

Kepala investasi properti di lembaga pendanaan yang berbasis di Oslo, Karsten Kallevig menyatakan bahwa sebanyak US$ 870 juta atau setara dengan Rp 11,3 triliun disiapkan untuk berinvestasi properti di Tokyo.

Dana tersebut masuk karena didorong oleh harga properti yang tumbuh sebanyak 2,9% dari tahun lalu, dan sebelumnya pernah mengalami kenaikan juga pada tahun 2013 sebesar 2,3%. Peningkatan itu dipengaruhi oleh banyaknya investor yang membeli properti disana.

Blacksstone Group LP telah setuju untuk membeli properti perumahan yang dijadikan sebagai bisnis, yaitu melakukan pembelian pada Perumahan GE Japan Corporation dengan harga lebih dari US$ 1,6 miliar atau setara dengan Rp 20 triliun. Sedangkan investor dunia lainnya yang telah membeli properti disana adalah GIC, dengan mengeluarkan dana sebesar US$ 1,7 miliar atau setara dengan Rp 22 triliun telah memiliki lahan untuk membangun dikawasan bisnis tepatnya persis disamping Stasiun Tokyo.

Sejak Perdana Menteri Shinzo Abe berjanji untuk mengatasi masalah inflasi dengan cara menaikkan harga tanah, maka sejak saat itu harga tanah disana terus naik. Sehingga investor harus berhati- hati dengan resiko gelembung dari stimulus moneter BOJ yang akan terjadi.

Urban Research Institute Corporation menyatakan bahwa investasi peroperti asing yang berada di Jepang bertambah hingga dua kali lipat menjadi Rp 106 triliun atau 981,8 dalam Yen.

Kondisi secara nasional justru sebaliknya, harga tanah turun hingga 0,3% pada tahun lalu dan meningkat sebanyak dua kali pada basis poin tahunan dalam 24 tahun terakhir.

Banyak investor yang membeli properti dengan harga tinggi disana, namun jika terjadi gelembung pada sektor properti maka akan terlihat beberapa hal yang tidak menarik pada penawaran spekulatif. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan kondisi saat ini yang sedang terjadi.


Sumber : Kompas

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita