141 Selasa, 17 Maret 2015 | 14:59:43

Penurunan Jumlah Penjualan Rumah di Singapura

Penurunan Jumlah Penjualan Rumah di SingapuraIlustrasi

Pada tahun 2015 banyak negara yang mengalami penurunan dalam jumlah penjualan rumah, setelah sebelumnya Tiongkok mengalami hal tersebut saat ini Singapura mengalami hal serupa.

Pada akhir Februari 2015 lalu, penjualan properti di Singapura mengalami penurunan sebanyak 48% dari tahun lalu. Hal tersebut terjadi karena pemerintah mulai memberlakukan peraturan untuk menurunkan tingkat penjualan rumah.

Pemerintah disana mulai mengenalkan regulasi untuk meredam pertumbuhan properti residensial bersuku bunga rendah yang telah ada sejak tahun 2009.

Harga properti disana sempat megalami lonjakan yang cukup besar hingga 40% dalam 5 tahun dan puncaknya pada tahun 2013 sektor tersebut mengalami peningkatan harga yang tertinggi.

Hal demikian membuat pemerintah melakukan langkah untuk untuk menekan hal tersebut, dengan menutup biaya pembayaran hutang sebanyak 60% dari pendapatan bulanan peminjam.

Dari upaya pemerintah dengan menerapkan peraturan tersebut, maka harga perumahan turun sebanyak 4% pada tahun 2014.

Dengan demikian pemerintah akan melakukan upaya untuk terus mengembangkan Singapura baik dalam sektor properti maupun sektor lainnya.

Konsep pemerintah yang bagus akan berdampak pada perkembangan suatu negara, jika pemerintah tidak mampu melakukan tindakan atau mendapatkan solusi yang terjadi pada negara, maka dipastikan negara tidak dapat mensejahterakan penduduk atau masyarakat yang ada didalamnya.

Pemerintah dan para pengembang berharap, bahwa sektor properti akan terus berkembang dan dapat meningkat lagi pada tahun berikutnya. Karena pemerintah dengan pengembang akan bekerja sama dalam membangun sektor properti di Singapura agar lebih maju dan dapat mempertahankan prestasi dalam sektor properti yang sudah dibangun selama ini.

Bukan hanya Singapura yang berharap adanya peningkatan dibidang sektor Properti, akan tetapi seluruh negara yang mengalami penurunan yang sama pun berharap demikian. Adapun salah satu negara tersebut adalah Tiongkok, yang sebelumnya telah mengalami penurunan.

 

Sumber : Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita