41 Jum'at, 13 Maret 2015 | 14:59:41

Peraturan Pada Sektor Properti India di Perketat

Peraturan Pada Sektor Properti India di PerketatIlustrasi

Adanya transaksi properti yang dilakukan oleh investor Tiongkok,dinilai telah menggunakan pihak independen untuk mendapatkan properti di India. Hal tersebut membuat Bank Sentral India atau  Reserve Bank of India memperpanjang larangan transaksi properti yang dilakukan oleh investor Tiongkok.

Bank tersebut mengumumkan bahwa selain Tiongkok, investor Hongkok dan Makau juga dilarang menjual dan membeli properti di India tanpa ada persetujuan regular perbankan sebelumnya.

Peraturan ini juga berlaku bagi semua investor asing yang akan menjual harta tak bergeraknya di India, semuanya harus melalui perstujuan dari RBI terlebih dahulu.

Keputusan ini diambil setelah adanya perundingan antara pemerintah india dengan RBI, dan mereka menyatakan bahwa Makau dan Hongkong  merupakan daerah administrasi khusus Tiongkok.

Pada awalnya peraturan ini diatur dalam Foreign Exchange Management Act atau FEMA Nomor 7 yang berlaku sejak tahun 1999 sampai dengan 2000. Namun pelanggaran kembali terjadi yang dilakukan oleh Makau dan Hongkok, oleh karena itu peraturan diberlakukan kembali efektif sejak tanggal 24 Februari 2015.

Adanya peraturan baru yang dibuat oleh pemerintah India dan RBI ini membuat pemerintah Tiongkok menganggap bahwa, kejadian ini akan mendorong Hongkong untuk tetap mempertahankan kemerdekaannya.

Dengan adanya permasalahan ini pemerintah India berharap agar para investor asing dapat mengikuti peraturan yang ada disana. Sehingga transaksi properti di India dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Peraturan ini dibuat demi kelangsungan sektor properti dan keamanan di India. Sehingga masyarakatnya dapat merasakan kesejahteraan yang diupayakan oleh pemerintah.

 

 

Sumber : Kompas

 

 

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita