98 Sabtu, 07 Maret 2015 | 10:40:25

Hongkong dan London Bersaing Ketat

Hongkong dan London Bersaing Ketatjktproperty

Diantara Hongkong dan London memiliki persaingan ketat yang kian memanas. Kedua negara tersebut terus berlomba menjadi nomor satu di dunia. Khusus di sektor perkantoran, London dan Hongkong selalu  berganti kedudukan.

Dalam waktu tiga tahun terakhir ini London boleh berbangga hati. Karena kota ini, menurut penelitian Cushman and Wakefield, menempati peringkat pertama termahal di jagat raya. Pada tahun 2014 yang lalu  harga sewa untuk perkantoran di kawasan bisnis atau central business district (CBD) West End naik menjadi  4,6 persen lebih mahal jika dibandingkan pada tahun 2013 silam.

Akan tetapi kenaikan  harga tersebut masih jauh lebih rendah sekitar  13 persen dari pencapaian di tahun 2007. Keterbatasan pasokan pada tahun ini, dalam penelitian Cushman and Wakefield, justru akan memicu pertumbuhan harga lebih tinggi.

Menurut, Head of Cushman & Wakefield London, George Roberts, bahwa sebagai kota global, London harus  terus menarik bisnis internasional. Perusahaan-perusahaan ini menjadikan London sebagai basis utama dan batu loncatan demi untuk "menguasai" Eropa.

Dengan semakin membaiknya kondisi ekonomi di Inggris, akan menstimulasi permintaan perkantoran lebih tinggi pada tahun 2015 ini. Sebab pasokan tidak mencukupi, sehingga diprediksikan pertumbuhan harga sewa akan  terus berlanjut, ujar Roberts.

Untuk saat ini, harga sewa perkantoran di West End London, mencapai 2.344 Euro atau sekitar Rp 34 juta per meter untuk  per tahunnya. Sedangkan harga sewa di perkantoran CBD Hongkong ada di level 1.636 Euro atau setara dengan Rp 23,7 juta per meter untuk pertahunnya.

Beberapa negara yang juga menduduki peringkat seperti New York dengan harga sewa 1.162 Euro per meter/ tahun, Rio de Janeiro dengan harga sewa 1.150 Euro per meter/tahun, dan India ,New Delhi dengan  harga sewa sebesar 1.064 Euro per meter/tahun.

Pada umumnya, aktivitas sewa perkantoran global meningkat hampir  7 persen pada tahun 2014 yang lalu, dan lebih dari 3 persen kenaikan tahunan gabungan sejak tahun 2010 silam.

Harga merupakan tantangan bagi penyewa dan bukan hanya dari segi fundamental properti, tetapi juga risiko geopolitik yang sebagian sedang mengalami hal-hal yang tidak terduga. Faktor-faktor ini sedang dimanfaatkan oleh beberapa penyewa untuk bernegosiasi untuk mendapatkan angka lebih fleksibel dengan jangka waktu sewa tertentu, terutama untuk wilayah pasar yang kondisi pasokannya berlebih, ungkap Roberts.

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita