89 Jum'at, 27 Februari 2015 | 12:01:23

Perceraian Sang Miliader, Hidup itu Mahal

Perceraian Sang Miliader, Hidup itu Mahalfinance

Perceraian Ken Griffin sang miliader, memberikan gambaran kepada masyarakat  bahwa kebutuhan hidup dalam berumah tangga  sangat tinggi. Di lihat dari biaya ketiga anaknya yang mencapai USD1 Juta per bulan, belum lagi untuk keperluan liburan yang membutuhkan biaya sekitar USD450 ribu atau Rp5,4 miliar.

Griffin mengatakan bahwa mantan istrinya, yaitu Anne Dias, meminta  anggaran tersebut untuk memenuhi gaya hidup. Yakni dengan rincian biaya sebesar,  USD6.800 per bulan untuk bahan makanan, untuk makan di restoran sebesar USD7.200 sebulan, untuk membeli  hadiah sebesar USD8.000 per bulan dan USD2.000 per bulan untuk alat tulis.

Yang lebih mengejutkan lagi, sang miliader juga balik mengklaim istrinya, untuk liburan di St Bart’s pada saat musim dingin nanti selama 10 hari sebesar USD450 ribu. Pengacara dari sang istri pun tidak menyanggal ketika dimintai keterangan dan menurutnya biaya-biaya yang di ajukan itu wajar karena anak-anak Griffin memang membutuhkan biaya tersebut.

Melansir dari CNBC, pada hari Rabu (25/2/2015) juru bicara Dias mengatakan  bahwa Ken Griffin salah satu orang kaya di duni yang tak malu-malu menyerang mantan istrinya yang juga ibu dari anak-anaknya dalam upaya untuk menghindari tanggung jawab keuangan keluarganya.

Griffin pun menyangkal pendapat dari juru bicara Dias, beliau mengatakan bahwa akan membayar semua apa-apa yang berkaitan dengan anak-anaknya dan termasuk empat pengasuh yang di pekerjakan untuk anak-anaknya. Namun, pihaknya keberatan untuk mengalokasikan dana sebesar USD450 ribu hanya untuk liburan anak-anaknya, oleh karena itu pihaknya akan memberikan USD 45.000 untuk liburan musim dingin anak-anaknya.

Sumber : okezone

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita