518 Rabu, 25 Februari 2015 | 10:26:55

India Akan Hilangkan Pemukiman Kumuh di Tahun 2022

India Akan Hilangkan Pemukiman Kumuh di Tahun 2022hipwee

India yang di kenal dengan artis-artis Bollywood-nya ternyata terdapat sekitar 170 juta orang yang masih tinggal di pemukiman kumuh. Hal ini menjadi perhatian Narendra Modi sebagai Perdana Menteri di India. Beliau menargetkan di tahun 2022 pemukiman kumuh di India akan hilang.

Untuk merealisasi program tersebut pemerintah India akan mengajukan anggaran kepada dewan rakyat pada akhir Februari ini. Dimana anggaran tersebut akan dipergunakan untuk membangun hunian yang lebih layak bagi masyarakat menengah kebawah.

Menurut Neeraj Bansal, kepala bagian realestat dan konstruksi dari perusahaan konsultan akutansi KPMG bahwa setiap orang mendambakan tempat tinggal yang layak begitu pula dengan mereka masyarakat yang dari kalangan menengah kebawah jika mereka memiliki tempat tinggal yang layak maka mereka akan merasa aman dan nyaman sehingga dapat meningkatkan produktivitasnya.

Program yang diberi tema “ Housing for All “  ini telah dirancang oleh pemerintah India sejak tahun lalu tepatnya pada bulan Mei 2014. Program ini di katakana sebagai sebuah proyek pembangunan terbesar di dunia. Melalui program ini akan di bangun sekitar 20 juta unit hunian murah dalam jangka waktu selama 7 tahun. Dengan pembangunan hunian tersebut diharapkan dapat menghilangkan pemukiman kumuh di India.

Dalam hal ini Modi meminta kepada pihak swasta untuk lebih aktif karena program ini harus ditangani secara serius dan tidak main-main. Dana yang dibutuhkan untuk program ini menurut estimasi dari KPMG dan Badan Pembangunan RealEstat Nasional adalah sebesar 2 triliun dolar AS atau senilai dengan Rp. 25,845 triliun.

Modi juga mengutarakan bahwa pihaknya memberikan izin bagi para pengembang untuk mencari dana ke luar negeri dan pemerintah juga tidak akan mempersulit tentang penyediaan lahan. Akan tetapi peraturan ini sampai saat ini masih dibicarakan dalam rapat parlemen.

Peraturan-peraturan baru akan dibuat oleh   Kementerian Perumahan dan Pembangunan Perkotaan, dengan peraturan ini di harapkan dapat mempermudah para pengembang untuk membangun dengan ukuran yang lebih tinggi dan luas di permukiman kumuh serta pengurangan perizinan konstruksi di pemerintah daerah.

Agar program tersebut dapat berjalan dengan baik dan berhasil sesuai dengan apa yang diharapkan maka harus memperkuat penduduk asli di dalam mendapatkan lahannya secara resmi serta mengurangi biaya-biaya dan memberikan izin kepada pihak bank untuk mendapatkan dana lebih mudah dari bank sentral sehingga mereka dapat dengan mudah menjual KPR-nya dengan bunga yang lebih rendah.

Pembangunan ini adalah merupakan target yang sangat besar dan menantang karena membangun 20 juta rumah dalam jangka waktu 7 tahun bukanlah hal yang mudah dengan kondisi saat ini. Seorang konsultan Indian Institute for Human Settlements, Swastik Harish,  yang berdomisili di Bangalore mengatakan bahwa dirinya tidak yakin mampu untuk memproduksi hunian sebanyak itu.

Sumber: Housingestate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita