173 Sabtu, 07 Februari 2015 | 12:50:57

Pembeli asing Crown Group Australia didominasi Indonesia

Pembeli asing Crown Group  Australia didominasi Indonesiacrown

Proyek apartemen Crown Group di Australia berhasil menerapkan strateginya dengan menyasar pasar Indonesia. Buktinya apartemen yang mereka jual laris dibeli oleh orang kaya Indonesia. Bahkan pembelinya sebagian besar adalah orang Indonesia.

Kirsty Bradley, GM Marketing Communication Crown Group mengakui jika kuota  Indonesia memperoleh 30 sampai 50 persen dari kuota pembeli non Australia. Aturan di Australia adalah kepemilikan properti untuk asing (non Australia) dan pembeli lokal adalah 50 : 50. Artinya untuk kuota pembelian non Australia didominasi oleh pembeli Indonesia.

Kirsty juga menyebutkan beberapa alasan orang Indonesia berminat untuk membeli produk dari Crown ini. Salah satunya adalah lokasi yang strategis, dan dekat dengan universitas terkenal di Australia. Selain itu Crown Group juga dikenal akan pelayanan yang mudah dan akses transportasi yang baik.

Menurut Kirsty lagi pembeli asing dari Indonesia tersebut biasanya menyewakan tempat investasinya, tapi kadang ada juga yang dijual lagi.

Sebagai investasi, Sydney sendiri harga properti nya sedang tinggi. Kenaikkannya bisa mencapai 15 persen. Berdasarkan datanya, pendatang untuk sekolah bisa mencapai belasan ribu. Tentu ini pasar yang potensial. Apalagi budaya setempat adalah usia 19 tahun harus hidup mandiri, sehingga apartemen adalah pilihan.

Crown Holding Group adalah perusahaan properti yang berbasis di Australia. Pendirinya adalah Iwan Sunito, yakni Pengusaha asal Indonesia yang lahir di Kalimantan. Berkat kerja kerasnya, Crown Group menjadi salah satu perusahaan pengembang properti besar di Australia.

Sumber : Viva, tribunnews

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita