249 Jum'at, 06 Februari 2015 | 16:56:21

Konsep Jalur Terowongan mengatasi kepadatan kota London

Konsep Jalur Terowongan mengatasi kepadatan kota LondonLondon Underline Project - Gensler

Kota-kota besar di dunia seperti London, Tokyo, New York bahkan Jakarta semua memiliki tantangan terbesar yang dihadapinya. Yaitu : Lalu Lintas. Bahkan Jakarta beberapa waktu terakhir disebut-sebut sebagai salah satu Kota termacet di dunia.

Satu buah konsep cerdas, datang dari sebuah perusahaan desain di London. Gensler memiliki konsep yang mungkin bisa menjadi solusi agar Kota London bisa menjadi aman dan mengurangi kepadatan lalu lintas. Mereka mengusulkan agar terowongan bawah tanah yang tidak terpakai agar dijadikan jalur khusus untuk sepeda dan para pejalan kaki.

Konsep yang mereka namakan "London Underline Project" inipun menerima penghargaan London Planning Award sebagai Konsep Proyek Terbaik.

Ian Mulcahey, co-director Gensler mengatakan jika London sudah mencapai titik puncak populasi sepanjang sejarah. Untuk itu perlu sebuah gagasan kreatif untuk memaksimalkan potensi dari infrastruktur kota London. Dengan mengadaptasi kelebihan dan tidak terpakainya terowongan bawah tanah, akan bisa menambah jaringan infrastruktur kota tersebut.

Terowongan ini bisa menjadi jalan di bawah tanah lengkap dengan fasilitasnya seperti tempat berbelanja, kafe, jalur pejalan kakidan jalur sepeda. Agar tetap ramah lingkungan, Gensler juga menyarankan agar tenaga listrik yang digunakan adalah dengan tenaga kinetik. Sumbernya energinya adalah dari hentakan kaki para pejalan kaki.

Ian menambahkan dengan London saat ini sudah dalam kondisi tidak bisa lagi untuk menambah ruang publik dan komunitas, demikian juga seperti retail, tempat hiburan. Dengan mengaplikasikan lahan di bawah tanah ini adalah pilihan yang terbaik.

Sumber : standard uk, theguardian, Gensler

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita