179 Kamis, 29 Januari 2015 | 10:03:31

Jerman mengkaji sarana baru untuk mencegah Bubble

Jerman mengkaji sarana baru untuk mencegah BubbleProperti Jerman diminati investor - portfolio-germ

Melihat kondisi pasar properti global yang semakin gencar, regulator keuangan Jerman mempelajari kemungkinan terjadinya gelembung properti (Property bubbles) di Jerman. Saat ini dikabarkan Lembaga keuangan Jerman sedang membuat tools untuk menghadapi resiko lonjakan kenaikan harga aset.

Pejabat Bank Sentral Jerman, Andreas Dombret mengatakan bahwa walaupun resiko pasar properti masih terlihat baik-baik saja saat ini, kita harus mempersiapkan segala kemungkinan.

"Pasar global semakin mengancam para investor real estate," kata Andreas Dombret di Berlin seperti yang dilansir dari Bloomberg. (28/01).

Lembaga stabilitas keuangan Jerman akan membuat usulan kepada pemerintah sebagai alat menghadapi bubbles. Usulan tersebut adalah regulasi dan aturan untuk diberlakukan di Jerman.

Sepanjang tahun 2014, harga rumah di Jerman telah naik hingga 5,1 persen, pertumbuhan tertinggi sejak tahun 1993. Pembeli, seperti pembeli peroarangan dan perusahaan investasi semakin menyesaki pasar real estate Jerman. Pasalnya di Jerman tingkat bunga masih rendah dan tingkat pengembalian yang tinggi.

Dombret mengingatkan agar bank dan pembeli bersiap akan kenaikan tingkat bunga. Kemudian kredit rumah hanya diberikan kepada pembeli yang mampu membayar ketika tingkat bunga naik.

Walaupun demikian, Andreas meyakinkan bahwa properti Jerman saat ini tidak mengalamai gelembung. Walaupun harga rumah naik, tetapi masih tetap melambat, pertumbuhan kredit juga dalam batas yang wajar. Namun ada kecenderungan harga properti melebihi nilai sebenarnya.

Sumber : Bloomberg

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita