266 Rabu, 14 Januari 2015 | 12:40:00

Gemerlapnya Hongkong, dan Pemukiman Kumuh

Gemerlapnya Hongkong, dan Pemukiman Kumuh hanhanzoe

Majalah Forbes, pada tahun lalu mencatat terdapat 45 miliarder di Hongkong dengan memiliki kekayaan gabungan sebesar 214 miliar dollar AS atau senilai dengan Rp.  2.704 triliun jadi hampir 80 persen dari PDB hongkong pada tahun 2013.

Namun dibalik itu semua ternyata terdapat 400.000 masyarakat Hongkong yang masih hidup dibawah garis kemiskinan. Pendapatan mereka rata-rata hanya 14.300 dolar Hongkong atau setara dengan Rp 23 juta, pendapatan tersebut mereka gunakan untuk menghidupi empat anggota keluarga.
Kita ketahui bahwa harga rumah di Hongkong sangat tinggi, dengan demikian jika penghasilan mereka sebesar itu, mana mungkin mereka mampu membeli rumah yang harganya selangit jadi dengan sangat terpaksa mereka harus hidup di pemukiman kumuh.

Berdasarkan survei yang dikeluarkan oleh Demographia International Housing Affordability pada awal 2014 lalu, tercatat harga rumah di Hongkong merupakan termahal di dunia, dengan rata-rata harga rumah sebesar 4.024.000 dollar Hongkong atau senilai Rp 6,5 miliar per unit.

Namun amat disayangkan seharusnya dengan tingginya harga properti tersebut menandakan ekonomi yang berkembang. Karena meningkatnya permintaan perumahan otomatis banyak kesempatan kerja bagi orang-orang untuk bekerja di sektor ini, ternyata sedikit sekali pendapatan yang pekerja dapatkan dari pembangunan tersebut.

Hunian kumuh yang terdapat di Hongkong hanya seluas 6 meter persegi, ruangan itu hanya cukup untuk meletakkan beberapa barang saja seperti, tempat tidur, lemari dan sebuah sofa kecil. Harga sewa untuk tempat itu adalah sebesar 1.700 dollar Hongkong atau senilai Rp 2.779.964 perbulannya.

Daerah kumuh yang terdapat di atap gedung di Hongkong, merupakan suatu permasalahan bagi pemerintah Hongkong. Hongkong memiliki gedung-gedung pencakar langit yang megah sehingga Hongkong memandang dirinya sebagai “ world city” di Asia. Akan tetapi,  pada kenyataannya  dibeberapa blok apartemennya penuh sesak dengan penambahan hunian ilegal.

Berdasarkan catatan terbaru yang di dapat  dari Departemen Sensus dan Statistik Hongkong, memiliki 3.747 penduduk yang tinggal di atap rumah milik 1.588 keluarga pada tahun 2011. Hal ini merupakan penurunan yang sangat dramatis jika dilihat dari tahun 2001 yakni lebih dari 16.000 orang tinggal di Hongkong secara ilegal dan menempati pemukiman  kumuh.

Sumber: Kompas



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita