115 Jum'at, 19 Desember 2014 | 10:37:29

Pembeli Rumah Pertama Mendapat Diskon Besar Di Inggris

Pembeli Rumah Pertama Mendapat Diskon Besar Di Inggrisfinanceroll

Melambungnya harga rumah di Inggris berdampak buruk bagi sebagian konsumen, terutama untuk calon konsumen yang masih berusia muda karena tidak sanggup menjangkau harga rumah yang ditawarkan pengembang.  Hal ini mendapat perhatian dari Perdana Menteri di Inggris , David Cameron.

Cameron sangat prihatin dan mencoba untuk membantu mewujudkan impian orang-orang muda yang sudah bekerja keras dan berencana ingin memiliki sebuah rumah. Untuk mewujudkan impian orang-orang muda tersebut pemerintah Inggris mengeluarkan program diskon hingga 20 persen untuk 100.000 pembeli pertama dan berusia dibawah 40 tahun. Menurut Cameron, program ini sesuai dengan rencana jangka panjang pembangunan ekonomi di Inggris. Untuk konsumen yang berminat  mengikuti program tersebut harus mendaftar lebih dahulu melalui Starter Home Initiative yang akan di keluarkan pada tahun depan.

Sebagai bentuk dukungan pemerintah atas program ini,  pemerintah memberikan pembebasan biaya perencanaan dan berbagai pungutan yang terkait dengan pembangunan rumah , termasuk di dalamnya kewajiban membangun infrastruktur. Pengembang menanggung biaya yang cukup besar yaitu senilai 15.000 Pounds atau hampir Rp 300 juta untuk satu buah rumah. Hingga periode tertentu rumah tidak dapat dijual sesuai harga pasar, agar tidak dijadikan ajang spekulasi.

Meskipun harganya di turunkan namun, tetap harus memperhatikan kualitas dari hunian tersebut, seperti  desainnya dan pemilihan material yang akan di pakai untuk pembangunan rumah tidak boleh sembarangan. Sebagian pengembang telah ikut berpartisipasi , hampir 30  pengembang yang turut mendukung kebijakan ini. Para pengembang akan membangun rumah sesuai standar kualitas dan lokasi yang tepat, ujar Stewart Baseley, Executive Chairman the Home Builders Federation.

Program yang diberikan pemerintah Inggris , untuk memberi kemudahan bagi pembeli rumah pertama yang di namakan “ Help to Buy” ini di keluarkan pada tahun 2008. Program tersebut dikeluarkan karena pada masa itu pasar rumah di Inggris mengalami masalah dan kemudian adanya krisis financial Eropa. Pada saat itu tidak sedikit para pekerja yang berusia muda yang tadinya merasa sanggup memiliki rumah meskipun dengan cara kredit  dan dengan adanya masalah tersebut mereka tak sanggup untuk menjangkaunya karena mengalami kesulitan keuangan.

Menurut, Justin Gaze, Joint Head of Residential Development Knight Frank, program yang ditawarkan pemerintah ini bagus, akan tetapi masih ada beberapa hal yang belum jelas , terutama mengenai lahan karena lahan adalah hal yang paling pokok,  sebelum para pengembang membangun sebuah perumahan maka pengembang harus membeli dulu sebuah lahan, yang menjadi permasalahannya jika lahan yang akan dibeli pengembang ternyata penjual tidak mau menjual lahannya dengan harga khusus karena dilihat tingginya harga lahan saat ini. Jika hal ini terjadi, lantas dana siapa yang akan di gunakan untuk bisa melakukan pembebasan lahan , apakah pemerintah dapat menyediakan dana khusus untuk pembebasan lahan, demikian yang disampaikan Justin.

Sumber : Knight Frank & situs resmi Pemerintah Inggris

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita