121 Rabu, 17 Desember 2014 | 11:29:27

Peraturan Mengenai Rumah Murah Menjadi Pertimbangan Chicago

Peraturan  Mengenai Rumah Murah Menjadi Pertimbangan Chicagoyochicago

Affordable Requirements Ordinance (ARO) atau Peraturan Persyaratan atas Keterjangkauan. Pada 2003 lalu, ARO mengamati mengenai  pengembangan properti baru, bahwa para  pengembang harus menyisihkan 10 persen dari total unit untuk unit terjangkau atau membayar biaya sebagai pengganti biaya  perumahan terjangkau untuk mensubsidi perumahan ke tempat lain.

Menurut direktur program di Dewan Perencanaan Metropolitan, Marisa Novara, mengemukakan bahwa “ Ini bukan hanya masalah menambah unit, akan tetapi lebih ke titik dimana lokasi unit-unit itu berada.”
Novara, mengatakan bahwa penggantian sebesar 100.000 dolar ( Rp 1,4 miliar) per unit, di nilai terlalu rendah. Hingga pada akhirnya para pengembang, memutuskan untuk tidak menyertakan unit terjangkau dalam proyek mereka dan membayar sejumlah uang tersebut.

Untuk saat ini, ARO hanya dapat memproduksi 189 unit selama 20 tahun. Dan lebih dari 1.600 unit telah terbentuk berkat adanya biaya pengganti, namun sebagian besar dari mereka tinggal di lingkungan yang cenderung miskin, yaitu di daerah selatan dan barat sisi kota.

Jika  disetujui, peraturan ARO yang baru akan mengharuskan para pengembang untuk menyiapkan 25 persen unit terjangkau dari total unit bangunan. Lingkungan kota akan di kelompokkan pada tiga kategori utama yaitu pusat kota, kota berpenghasilan Menengah keatas, dan kota berpenghasilan menengah ke bawah.

Mengenai untuk  biaya penggantinya dinaikkan menjadi 175.000 dolar (Rp 2,1 miliar) di pusat kota dan 125.000 dolar (Rp 1,5 miliar) di daerah berpenghasilan tinggi. Pengembang diperbolehkan untuk memenuhi persyaratan unit yang terjangkau dengan membangun perumahan terjangkau dengan jarak  beberapa mil dari lokasi utama. Hal ini bermaksud untuk membuat unit terjangkau agar tidak terlalu jauh dari pusat kota.
Krisis perumah

Peraturan ARO yang baru harus mencerminkan krisis perumahan terjangkau, berbeda dari wilayah pesisir yang didominasi pada cakupan nasional. Lingkungan, depopulasi, penarikan investasi, dan kejahatan di Chicago, telah membuat nilai perumahan turun. Sementara itu, masyarakat di sebelah utara dan beberapa kawasan di selatan dan barat pusat kota, telah terlihat mengikuti kenaikan harga sewa.

Chicago tidak memiliki ketentuan pengendalian harga sewa unit perumahan. Chicago tidak seperti San Fransisco atau Manhattan. Novara, mengungkapkan  bahwa Anda tidak dapat hidup di kota jika Anda tidak berpenghasilan tinggi dalam hal ini kaya raya dan Anda masih bisa tinggal di kota jika Anda berpenghasilan rendah akan tetapi hanya bisa hidup di tempat-tempat tertentu.

Maksud dari ungkapan Novara adalah bahwa pada dasarnya masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah harus memilih antara mencoba melakukan pembayaran sewa atau tinggal di lingkungan yang kurang nyaman. Lingkungan kota yang meningkat ini membuat warga semakin terhimpit.
Menurut Kevin Jackson, anggota advokat Chicago Rehab Network, bahwa  "Pada tahun  1990, satu dari empat warga Chicago membayar lebih dari 30 persen dari  pendapatan mereka untuk perumahan.

Proposal ARO dinilai  sebagai solusi alternatif selain sebelumnya terdapat peraturan untuk melindungi masyarakat yang belum memiliki tempat tinggal. Para dewan tertinggi pernah memberlakukan ukuran tertentu untuk membangun beberapa kamar apartemen yang disebut SRO. Meskipun kamar yang dibangun relative berukuran  kecil, namun banyak orang berpendapatan rendah setidaknya mereka mendapatkan tempat tinggal. Sebagian besar mereka  terkonsentrasi di kawasan utara Chicago karena di nilai dapat mempermudah dalam  mengakses  transportasi, pasar sebagai penyedia bahan makanan, dan fasilitas-fasilitas lainnya.
Akan tetapi,  sejak tahun 1970-an, SRO mulai menurun karena adanya  penghuninya yang meninggal atau pindah. SRO diambil alih oleh perusahaan pengaman perumahan yang memberlakukan sewa yang tinggi. Hingga saat ini unit SRO yang tersisa  sekitar 6.000 unit SRO.

 Tujuan dari peraturan baru kota, dibuat untuk melestarikan unit-unit yang tersisa. Pemilik SRO yang akan menjual bangunan tersebut,  setidaknya memerlukan waktu selama 180 hari untuk mencari pembeli yang akan mempertahankan status sewa rendah selama minimal 15 tahun. Dengan begitu, pemilik dapat segera menjual unit dengan membayar 20.000 dolar (Rp 248 juta) per unit ke pada dana pelestarian SRO. Setiap pengungsi yang telah tinggal  selama kurang lebih satu bulan, akan menerima 2.000 (Rp 25 juta juta) sampai 8.600 dolar (Rp 107 juta) dalam bentuk  bantuan relokasi dari pemilik.

Sumber: kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita