81 Selasa, 09 Desember 2014 | 13:11:59

Pembeli Asing akan di Batasi oleh Australia

Pembeli Asing akan di Batasi oleh AustraliaHousing Estate

Menurut , Kelly O’ Dwyer, anggota parlemen dari Partai Liberal, adanya kenaikkan investasi dari luar negeri akan mendorong boomingnya pasar perumahan di negeri Kanguru, sehingga pasar lokal akan semakin sulit untuk menjangkau, hal ini dikarenakan harga yang tinggi sebab itu maka para investor asing akan dibatasi dalam membeli properti di Australia. Dengan demikian, para investor tidak akan sebebas sekarang dalam membeli properti di Australia. Tiongkok adalah investor asing terbesar yang membeli properti di Australia.

Untuk mendorong para investor asing dalam berinvestasi di Australia, negeri Kanguru ini sudah mempunyai pola yang tepat, meskipun pengaplikasiannya masih ada beberapa kekurangan, sebab itulah Kelly menilai bahwa sistem di Departemen Keuangan dan FIRB [Foreign Investment Review Board],  dapat dikatakan belum berhasil sepenuhnya.

Setiap pelanggaran yang dilakukan mengenai pembelian properti oleh orang asing akan dibawa ke rana hukum. Karena itulah ada 12 rekomendasi perubahan termasuk sanksi atas setiap pelanggaran tersebut. Sanksi hukum akan diberlakukan jika pihak ketiga diketahui membantu investor asing  dan segala keuntungan yang di dapat dari sebuah transaksi properti secara tidak sah/illegal akan dilakukan penyitaan oleh pemerintah.

Pada Oktober lalu, harga sebuah rumah di Sydney meningkat hingga 13 persen jika dibandingkan tahun lalu. Penyelidikan ini tidak hanya tertuju pada satu negara tertentu, namun demikian melambungnya harga rumah di kota-kota utama Australia, boleh dikatakan berasal dari orang-orang kaya asal Tiongkok .
Investor asal Tiongkok menduduki tempat teratas. Pada tahun 2013 nilai investasi di sektor properti meningkat hingga 6 miliar dolar Australia atau sebesar Rp 73,79 triliun jika dipersentasikan kenaikan ini mencapai 41 persen.

Jika pada tahun lalu kenaikkan sebesar 11,5 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 141,43 triliun , maka Savills memprediksikan dalam satu dekade ke depan Tiongkok akan mengalami kenaikkan investasi di bidang real estate ke luar negeri sebesar 20 persen.

Negeri Kanguru ini akan menjadi tujuan favorit kedua untuk warga Tiongkok, yang sebelumnya Amerika Serikat  dan mengalahkan Kanada dan Inggris. Menurut Joseph Zaja, managing Director Ausin Group, Klien asal Beijing dan Shanghai akan meningkat jika mengetahui peraturan FIRB tidak di tegakkan. Warga Tiongkok dapat membawa, teman dan keluarga mereka untuk membeli rumah dipasar seken tanpa adanya halangan apapun.

Sumber: housing estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita