143 Jum'at, 05 Desember 2014 | 12:40:51

Publik Dapat Mengakses Data Pertanahan di Australia

Publik Dapat Mengakses Data Pertanahan di Australiavibiznews

Menurut Michael Ginarto, Head of Crown Group Asia, perusahaan pengembang di Autralia yang dimiliki orang Indonesia Iwan Sunito, mengatakan bahwa pengurusan perizinan ataupun status pertanahan di Australia dapat di akses dengan cepat dan mudah, sangat berbeda dengan pengurusan perizinan di Indonesia, yang prosesnya cukup berbelit dan banyak pungutan-pungutan yang tidak jelas.

Australia adalah salah satu negara yang beriklim usaha dan investasi yang sangat predictable, sebab mengenai informasi tanah dapat di akses oleh siapa pun dengan mudah.

Ketika diwawancarai oleh housing-estate.com di Jakarta, Rabu (3/12), beliau menjelaskan bahwa untuk mendapatkan informasi pertanahan di Australia benar-benar sangat mudah, cukup dengan title search di lembaga pertanahan, maka semua informasi yang kita butuhkan mengenai pertanahan akan kita dapatkan, seperti informasi mengenai kepemilikan, kapan tanah itu dibeli atau dijual, apakah tanah itu tengah digadai di bank atau tidak, dan semua informasi lainnya mengenai tanah yang akan di beli.

Beliau menuturkan bahwa pengurusan pertanahan di Indonesia dan Australia sangat jauh berbeda, dahulu beliau pernah mengurus status tanah dari girik ke hak milik di daerah Jakarta Timur, namun hingga dua tahun pengurusan, surat tanah tersebut tak kunjung usai,  dikarenakan sertifikat di Indonesia yang bisa dobel-dobel sehingga sangat mudah untuk di sengketakan.  Sedangkan di Australia masyarakat ataupun kalangan pengusaha dapat dengan mudah mendapatkan informasi seputar pertanahan  sehingga dapat lebih cepat dalam pengambilan keputusan. Semuanya begitu transparan sehingga tidak ada wilayah abu-abu yang terkait dengan kasus hukum.

Menurut Michael, Australia merupakan negara yang ekonomi dan iklim politiknya sangat stabil sehingga Australia menjadi favorit orang asing untuk dibeli propertinya. Banyak investor-investor asing yang membeli properti di Australia, seperti proyek Crown sendiri banyak di beli orang Cina, Singapura, India bahkan orang Indonesia.

Sumber: housing estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita