141 Jum'at, 14 November 2014 | 17:39:29

Properti dan Real Estate menjadi komoditi global

Properti dan Real Estate menjadi komoditi global

Era globalisasi sudah tiba, real estate juga telah menjadi komoditi global. Dimana hunian rumah kita bisa juga menjadi milik orang asing. Seperti itulah kira-kira era global ini, tinggal bagaimana kita menghadapi tantangan tersebut.

Berdasarkan catatan dari praktisi properti Australia Andrew Taylor yang dilansir dari propertyobserver.com.au, real estate Australia adalah target dari investasi global saat ini.

Andrew mengatakan konferensi G20 mengharapkan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 2 persen atau bertambah sebesar US$2 triliun. Menurutnya setidaknya lebih dari satu miliar dolar adalah transaksi real estate di Australia, baik internasional maupun transaksi domestik.

Hal ini menunjukan besarnya pasar real estate dalam pasar global. Pada tahun 2014 diperkirakan investasi properti dunia bisa mencapai US$ 1,33 triliun.

Merujuk pada investasi dari Tiongkok, transaksi antara Australia dan China dimulai sejak 1971. Dan kini Tiongkok telah ber-transformasi dari negara belum berkembang menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia saat ini. Tiongkok menjelma menjadi bangsa dengan tingkat pertumbuhan terbesar, pembeli berlian terbanyak kedua, Peminum anggur terbanyak, pembeli iPhone terbanyak dan pemakai minyak terbanyak.

Dalam tiga tahun belakangan ini, China telah sangat cepat bertumbuh. Mereka juga memiliki tingkat tabungan yang sangat tinggi. Dan mereka menginvestasikan ke Australia. Tahun lalu saja, China investasi China untuk Real estate Australia telah mencapai AUS$ 5,9 miliar.

Bagi Australia pembeli luar negeri sangat potensial. Tidak hanya dari China, namun dari Inggris, India dan negara lainnya. Properti akan menjadi global.

Sumber : propertyobserver

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita