175 Rabu, 12 November 2014 | 19:20:34

Australia kemungkinan terkena dampak Bubble properti Tiongkok

Australia kemungkinan terkena dampak Bubble properti TiongkokIlustrasi

Australia sebaiknya waspada dan lebih memperhatikan kejatuhan harga properti di Tiongkok dari pada resiko spekulasi investor di Sidney. Demikian dikatakan oleh para ahli perbankan dan properti.

Konsultan Global Standard & Poor mengatakan bahwa Australia saat ini harus berhati-hati terhadap kenaikan harga properti dibandingkan dengan negara Asia lainnya.

Kepala ahli Ekonomi Standard&Poor untuk Asia pasifik paul Gruenwald mengatakan dalam titik keseimbangan, China saat ini lebih stabil daripada Australia. Masih ada potensi koreksi harga di China, namun tidak terlalu menonjol lagi.

Australia sebenarnya tidak menerapkan tingkat bunga yang sangat rendah. Namun bila ada penurunan harga tajam di Cina, Australia akan kena dampaknya setelah Hongkong juga merasakan dampak dari penurunan Ekonomi China.

Yang pertama merasakan dampak dari lesunya ekonomi China adalah Hongkong, namun Australia akan segera merasakannya juga. Sebabnya adalah Australia memiliki ikatan yang kuat dengan sejarah investasi China.

Saat ini hampir penyewaan hunian baru yang diluncurkan dalam 12 bulan terakhir dimiliki oleh para investor. Bahkan di Sidney tercatat sekitar 60 persen. Yang dikhawatirkan adalah kenaikan harga sewa tidak setinggi nilai properti, dan jika bunga naik juga, Para investor akan langsung menjual properti tersebut.

Demikian juga tanggapan dari pihak perbankan. Ken Hanton, pejabat National Australia bank sependapat bahwa China akan sedikit mengganggu dan merupakan resiko yang akan dihadapi. Saat tingkat pertumbuhan harga rumah Australia mencapai 11 persen.

Pengamat perbankan mengatakan definisi bubble price mensyaratkan tiga kondisi : tingginya pertumbuhan kredit, penurunan standar pinjaman dan harga properti yang terus menanjak.

Analis dari Commonwealth Bank mengatakan Sulit memperkirakan apakah harga rumah akan terus naik. Namun yang pasti bahwa saat ini standar pinjaman tidak menurun.

Sumber : Smh

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita