324 Sabtu, 08 November 2014 | 15:12:18

Istana Super Megah Turki dianggap Pemborosan

Istana Super Megah Turki dianggap Pemborosanistana baru Turki - therealdeal

Sebuah istana kepresidenan yang luar biasa sedang dibangun di Turki. Istana tersebut bernama Ak Saray atau White Palace, yang menjadi markas Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Harga proyek pembangunannya pun mencapai angka yang fantastis, yaitu hingga US$ 615 juta atau Rp 7,5 triliun.

Berdasarkan laporan dari Menteri Keuangan Turki, biaya tersebut sudah dikeluarkan sebagian besar. Selanjutnya akan ada lagi tambahan pada 2015 senilai USD 135 juta (Rp 1,6 triliun). Artinya total pembangunannya bisa mencapai Rp 9,1 triliun.

Istana tersebut lebih besar dari istana kepresiden lainnya di dunia, seperti White House di Washington AS, Buckingham Palace di London Inggris, dan Grand Kremlin Palace di Moskow Rusia. Ukurannya dikabarkan sampai empat kalinya Palace of Versailles di Versilles, Perancis.

Ak Saray memiliki 1000 ruangan di dalamnya. Kemudian koridornya terbuat dari batu marmer yang mewah, demikian juga atriumnya. Untuk menghalangi kegiatan spionase dilengkapi dengan sistem yang berteknologi. Dekorasi lampu dibuat untuk memantulakan wajah Erdogan dan bendera Turki di tembok Istana.

Namun karena gedung ini belum selesai sepenuhnya, kegiatan resmi pemerintahan Turki masih diadakan di tempat presiden sebelumnya.

Terkait dengan pembangunan istana besar tersebut, Erdogan mengatakan bahwa Turki baru harus mengekspresikan dirinya dengan sesuatu yang baru.

Presiden Erdogan ini telah dihujani kritik dari pengamat dan Oposisi karena dianggap menghambur-hamburkan uang rakyat. Selain membangun istana super tersebut, Erdogan juga telah memesan pesawat jet kepresidenan Airbus A330-200 seharga US$ 185 juta atau Rp 2,25 triliun). Kritikus juga mengatakan bahwa presiden telah menjadi diktator dan menunjukan dirinya berkuasa diatas hukum.

Sumber : JPNN

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita