95 Selasa, 04 November 2014 | 13:22:06

Menyajikan Konstruksi Unik Masjid Sancaklar Dalam Sebuah Film

Menyajikan Konstruksi Unik Masjid Sancaklar Dalam Sebuah Filmemrearolat


Bangunan Masjid Sancaklar yang berlokasi di pinggir Istanbul. Desainnya adalah sebuah contoh unik dari rancangan modern dibandingkan dengan bangunan-bangunan ibadah Islam turki yang dikuasai oleh tipologi bangunan bersejarah.

Dalam upaya mencerminkan proses pembuatan karya unik arsitektur, maka SGMStudio mengabadikannya dalam sebuah film, sejak masjid mulai dibangun hingga rampung dalam waktu lebih dari 2 tahun.

Tim kreatif menampilkan penekanan arsitektur bangunan antara kesan artificial dan alam lewat sebuah film, media yang tidak umum di antara representasi arsitektur pada biasanya. Tim juga mengambil perubahan musim yang terekam pada tahap konstruksi sebagai latar belakang ceritanya

Film tentang Masjid Sancaklar menyajikan transformasi bangunan sejak dari struktur kerangka hingga menjadi sebuah saran ibadah. Dalam waktu yang bersamaan, film tersebut juga menghubungkan antara panorama alam yang menakjubkan, lanskap ciptaan manusia, serta geometri bangunan

SGM Studio memerlukan waktu selama 35 hari dalam 24 bulan selama proses pengembangan Masjid Sancaklar. Hal tersebut dikarenakan, ketika musim dingin mereka tidak bisa mendokumentasikan pembangunannya, tim berusaha membuat efek salju dengan bantuan rekayasa foto serta tampilan 3D.

Tujuan inti dari pembuatan film tersebut ialah untuk manifestasi gabungan antara referensi bangunan Islam dengan siluet modern. Potongan musiknya menyatukan music klasik yang melenyapkan suara bisingnya pembangunan konstruksi serta menyuguhkan keindahan.

Film yang menampilkan mulai dari sebuah transformasi baja, batu, dan beton sampai menjadi sebuah bangunan ibadah ini, akan diputar pertama kalinya di Architecture Week Prague

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita