139 Jum'at, 31 Oktober 2014 | 11:15:54

Arsip Kekejaman Rezim Khmer Merah Tersimpan Di Gedung ini

Arsip Kekejaman Rezim Khmer Merah  Tersimpan Di Gedung iniwallpaper

Di tangan Zaha Hadid, seorang diva arsitektur dunia, apa pun dapat menjadi indah dan menakjubkan. Termasuk gedung bekas penyimpanan dokumen arsip genosida Kamboja pada tahun 1970-an, ketika ada sejumlah 2 juta orang yang terenggut nyawanya.

Bangunan arsip berjudul The Sleuk Rith Institute ini diubah Zaha menjadi sebuah bangunan yang mempesona dan istimewa. The Sleuk Rith Institute akan menjadi hunian untuk sebuah lembaga penelitian.

Proyek tersebut adalah vivi kegiatan hak asasi manusia Youk Chhang, 53, yang sudah mengumpulkan dokumen terperinci tentang kekejaman rezim 1975-1979. Dia berani mempertontonkan secara luas dokumen tersebut, 35 tahun paska berkahirnya pemerintahan sadis Khmer Merah, di sentrak kota, Phnom Penh.

“Kita semestinya hidup dengan bayangan kelam panjang,” ucap Chhang, yang ditinggal mati adik, bibi dan pamannya, ketika masa pemerinttahan teroris Pol Pot.

“Kita tidak dapat kabur, tetapi kita tidak boleh diperbudak olehnya. Saya mau lembaga ini menghadirkan sesuatu yang baru dan penuh dengan harapan, dan kita dapat keluar dari cara berpikir menjadi korban,” Chhang menambahkan.


Kompleks ini rencananya akan dijadikan sebagai pusat studi genosida di kawasan Asia, dengan komponen edukasi yang kuat dan dapat dikunjungi oleh berbagai sekolah menengah.

Gedung tersebut menempati sebuah lahan sumbangan dari pemerintah Kamboja. Sementara untuk biaya pembangunan yang senilai 35 juta dollar AS atau setara dengan Rp 427,5 miliar tersebut merupakan hasil dari pengumpulan dana yang dilakukan oleh USAID dan DC-Cam.

Dalam dua dekade terakhir, Chhang dan kelompoknya sudah mengkolektif arsip lebih dari 1 juta dokumen, film, kaset, foto, dan peta 200 penjara serta kuburan masal di seluruh negeri berjumlah 20.000.

Dokumen Chhang melukiskan keadaan di pedesaan, satu juta meninggal sebab kelaparan, serta kamp penyiksaan kepada ribuan tahanan yang dihabiskan nyawanya oleh polisi rahasia, dan juga bukti penting selama proses persdiangan dua mantan pimpinan Khmer Merah, yaitu Noun Chea (88) dan Khieu Samphan (83), yang di sangsi sebab tindak kejahatan kepada kemanusiaan di bulan Agustus tahun 2014.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita