226 Senin, 27 Oktober 2014 | 17:46:40

Rumah Manusia di Planet Mars

Rumah Manusia di Planet Marsliputan 6

Menghuni Mars bukanlah sekedar angan. Kelak koloni manusia akan dikirimkan ke planet Mars. Hi-Seas atau Hawaii Space Exploration Analog and Simulation, tengah mengerjakan proyek yang didanai Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA untuk memfasilitasi rumah layak untuk warga bumi yang akan bermukim di sana.

Meskipun hanya berupa konsep, rumah dengan bentuk kubah akan difasilitasi panel surya sebagai pengumpul energy. Atap yang tinggi akan menjadikan para penghuni merasa nyaman ketika berada di dalamnya. Dan tidak lupa printer 3 dimensi untuk merakit segala peralatan.

“Beberapa orang mungkin mengira mengada-ada, tetapi wacana seperti itu kelak akan terjadi sebentar lagi di masa yang akan datang, saat misi pertama ke Mars diluncurkan, dan Nasa tengan mempersiapkan keberangkatan itu dengan melakukan penelitian baru di Hawaii,” demikian ungkapan Hi-Seas.

Dua dari 3 misi yang telah direncanakan telah dirampungkan. Dan yang terakhir, yang akan berjalan dalam waktu 8 bulan, baru saja dilaksanakan. Misi terakhir mengikutsertakan 6 kru yang bermukim disebuah kubah seluas kurang lebih 93 meter persegi. Demikian yang disampaikan seorang jurnalis sains Kate Greene, yang tengah ikut dalam pekerjaan tersebut, kepada Wired.

“Kuncinya ialah menjadikan seluruh orang tetap waras disini. Merasa masih dilingkupi udara,” ucapnya. Seluruh kru harus mengerjakan misi di dalam kubah itu. Mereka hanya diijinkan keluar memanfaatkan pakaian luar angkasa khusus, serupa dengan yang akan digunakan para astronot Mars.

Demi mencegah para kru terkena claustrophobic atau sesak di dalam kubah, bangunan tersebut sengaja didirikan dengan atap yang tinggi dan terdiri dari dua lantai. Mereka juga dimohon untuk olah fisik secara teratur agar tetap prima.

Pada misi tersebut, juga diberlakukan penundaan komunikasi 24 menit pada para tim, serupa dengan yang kan terjadi pada misi Mars diwaktu depan. Di dalam bangunan tersebut terdapat 6 kamar, dengan bentuk serupa potongan pie, dengan kursi, matras, serta meja. Untuk meyakinkan mereka mempunyai akses peralatan yang cukup, difasilitasi juga printer 3D.

Pasokan energi mengandalkan tenaga matahari, sementara sebagai cadangan disediakan listrik dari sel berbahan bakar hydrogen. Sebelumnya, NASA menyediakan anggaran sebanyak 1,2 juta dolar Amerika pada misi Hi-Seas demi melanjutkan studinya mempelakari faktor-faktor warga bumi yang dapat mempengaruhi permulaan masa depan di Mars.

Dengan studi ini, para peneliti akan melakukan study apa yang dihadapi oleh manusia dalam program sekali jalan ke Mars. Tanpa ada peluang untuk pulang.

Penelitian tersebut akan sangat bernilai dalam misi nyata ke Mars, yang diperkirakan akan berjalan di tahun pada dua dekade mendatang, Proyek Mars One bermaksud meleuncurkan empat Marstronot (sebutan untuk astronot ke Mars) pada tiap dua tahun sekali, sejak tahun 2025, sampai terbentuk koloni dengan jumah anggota 40 manusia.

Sumber : liputan 6 news

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita