172 Selasa, 21 Oktober 2014 | 16:33:00

Agen Properti di Singapura Dituntut karena SMS Broadcasting

Agen Properti di Singapura Dituntut karena SMS Broadcastingaeonreligalle

Jangan sembarangan beriklan dengan data pribadi klien anda, ujung-ujungnya anda bisa jadi di salahkan oleh pelanggan. Seperti yang didakwakan kepada seorang agen properti di Singapura baru-baru ini.

Seorang agen properti di Singapura Huttons Asia, Kuan Chow Sheng didakwa atas tuduhan melanggar hukum Do Not Call (Jangan Menghubungi) data klien yang bersifat pribadi. Ketentuan ini diatur dalam hukum disana, yaitu Personal Data Protection Act (PDPA) dan baru berlaku pada Januari tahun ini.

Kuan Chow Sheng, 32 tahun, diberikan denda S$27.000 (Rp 256 juta) setelah dinyatakan bersalah atas 9 dari 27 dakwaan melanggar hukum Do Not Call (DNC) Registry. Kejadiaannya adalah antara bulan Februari-Maret. Kuan mengirimkan SMS untuk mengiklankan proyek-proyek properti di Singapura dua buah dan di london satu proyek. SMS itu dia sebarkan lewat sembilan nomor telepon yang berbeda secara masal menggunakan prgram SMS broadcasting.

Hukum PDPA di Singapura ini melarang perusahaan mengirimkan SMS marketing ke nomor yang terdaftar di Do Not Call Registry tanpa izin dari pemilik nomor. Komisi PDPA mengatakan telah menerima sebanyak 235 keluhan dari SMS telemarketing yang dikirimkan oleh Kuan.

Bukti-bukti pengadilan juga mengatakan Kuan sudah berulang kali menggunakan telemarketing "SMS Blast" ini. Menurut Penuntut Pengadilan di sana, denda rendah yang diterima Kuan akan mengurangi keefektifan hukum DNC Registry.

Penuntut menginginkan agar SMS telemarketing ini tidak dianggap remeh. Sebab akan semakin melanggar hak privasi individu. Sebuah efek jera diperlukan. sebab industri real estate tercatat paling banyak komplain untuk kasus DNC registry ini.

Kuan dituntut S$ 10.000 untuk setiap SMS yang dikirimkannya.

Sumber : Channelnewsasia

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita