271 Senin, 20 Oktober 2014 | 08:51:57

Kafe Unik dengan Material 10.000 Bambu

Kafe Unik dengan Material 10.000 Bambuasiangreenbuildings

Inspirasi dari rancangan kafe ini adalah sebuah keranjang ikan tradisional di negara Vietnam. Vo Trong Nghia arsitek yang berkantor di Ho Chin Minh City, Vietnam, merupakan perancang dari bangunan ini. Pertama kalinya ia bersentuhan dengan material alami bamboo adalah pada masa kanak-kanak ketika ia membantu keluarganya membuat peralatan rumah tangga.

Hal tersebut memberi gagasan kepada Nghia dalam merancang kafe yang terdiri dari material bambu. Tidak sedikit bambu yang digunakan pada pembangunan kafe ini, Nghia menggunakan 10.000 tongkat bambu dalam mengaplikasikan idenya tersebut. Bambu yang digunakan memiliki kisaran harganya 1 dollar AS per batang, dan bambu-bambu tersebut diambil langsung dari sebuah hutan di Vietnam.

Menurut Nghia, keunggulan bambu tersebut batangnya yang padat dan keras, namun dapat ditekuk hingga membentuk lengkungan sesuai keinginan. Bambu mempunyai kekuatan tiga hingga empat kali lipat dari kekuatan baju. Tetapi ini juga tergantung penggunaannya, apakah diapakai seluruhnya, dibuat berlapis, atau dipotong melintang.

Kekuatan tiap-tiap tiang bangunan tersebut bersumber dari geometri lengkung yang terdiri atas 400 batang bambu. Seluruhnya terikat dengan sebuah tali lalu dipasang tiga ring baja yang mengerucut pada 5,10, serta 15 meter pada atas lantai.

Teknik pengencangan konstruksi secara konvensional dapat merusak bentuk bulat yang dirancang oleh Nghia. Sendi pin baja umpamanya, akan menciptakan banyak titik yang memisahkan rongga bamboo, mengeraskan dindingnya serta mengaitkan ruas-ruasnya. Ada sejumlah lima belas pilar yang dipadankan dengan sedikit teknologi tukang kayu, sebagian besar memanfaatkan serat sintetis dan paku-paku kecil.

“Menemukan insinyur yang paham akan struktur cukup susah. Kami mengikuti peraturan logis dari struktur, berdasarkan desain pada pengalaman tradisional. Sebelum konstruksi kami selalu membuat tiruan, yaitu menaruh beban untuk menguji kekuatan bambu,” ucap Nghia.

Mendapatkan kontraktor yang berpengalaman akan teknik konstruksi bambu tradisional di Negara Vietnam juag sulit bahkan hampir tidak mungkin. Untuk menjaga bambu dari serangan serangga, Nghia melakukan perendaman bambu pada sebuah lumpur lalu mengasapnya hingga bambu menjadi kering. Ketika firmanya merancang bangunan dengan struktur bambu, Nghia harus mempekerjakan dan melatih tim konstruksinya sendiri yang berada di bawah naungan Wind and Water House.

Sumber : housing estate

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita