76 Sabtu, 18 Oktober 2014 | 10:33:54

Arsitektur Jawa dan Bali menjelajahi California

Arsitektur Jawa dan Bali menjelajahi CaliforniaKompas

Juda Hertz salah seorang pengembang properti, beserta istrinya yang merupakan seorang penata busana yaitu Astrid, meminta kepada desainer asal Inggris Martyn Lawrence Bullard, untuk merenovasi hunian mereka. Keputusan ini adalah keputusan termudah yang mereka buat dalam tiga tahun terakhir.

Pasanagn tersebut mengetahui kinerja desainer tersebut lewat tetangga mereka di kawasan Malibu, California, yang pernah mempekerjakan Bullard dalam merenovasi rumah salah satunya adalah Kid Rock, dengan pilihan gaya oasis Bali.

“Kami terpikat saat berada dirumah itu, sangat menyenangkan. Kami tidak pernah terpikir desainer lain atau gaya lain, paska itu,” ucap Astrid.

Namun, sebelum Bullard bisa memulai proyeknya, ada masalah pada style rumah berdesain California yang melekat pada properti tersebut. “Ini nampak seperti Taco Bell raksasa. Kami merubah hampir semuanya dan merenovasi sisanya,” ujar Bullard.

Akhirnya, peninggalan rumah yang asli segera dihilangkan dan diganti dengan paviliun Bali, taman, teras bertingkat, serta sebuah kolam Shangri-La dengan luas 16.000 kaki persegi atau seluas 1.486 meter persegi. Sarana tersebut ditata pada tebing, mengarah Samudera Pasifik, dengan panorama menakjubkan garis pantai California Selatan.

Untuk menampilkan gambaran yang nyata mengenai wilayah tersebut, Bullard menghadirkan pasangan tersebut langsung ke Bali. Bullard menyuruh mereka untuk bermukim disebuah hunian tradisioan di Bali, agar bisa menentukan apa yang mereka inginkan. “Kami sangat terkesan oleh ukiran kayu artsitik, dan ketenangan dari dekorasinya,” ucap Astrid.

Semangat mereka dalam menemukan sesuatu khas Bali, melebihi harapan. Mereka terpukau atap tanah liat hitam Indonesia yang berada di resor Bvlgari, gerbang pemisah, batu lava hijau, atau candi bentar, yang bekerja sebagai pintu masuk ke lokasi ibadah terbuka. Seluruhnya menghipnotis mereka.

Membawa nuansa Bali ke Malibu memang tidak mudah, namun Bullard merangkum semua catatan yang cermat, sambil menjauhi kesan membosankan. Rumah tersebut boleh saja terilhami oleh arsitektur asal Indonesia, namun untuk furnitur, dilengkapi benda-benda dari Afrika, India, Maroko, dan Protugal.

“Ini sesungguhnya rumah yang berunsur beraneka macam hal. Teramat yin dan yang,” ucap Bullard. Ia tidak berhenti untuk meraih kesan eksotis pada bangunan tersebut. Selain Bali. Ia juga terilhami sebuah rumah Jawa di abad ke-18. Ranjang tidur di kamar utama dibuat dari fasad istana. Ruang tamu, diselimuti seluruh kain yang berasal dari Indonesia yang memang didesain khusus.

Pada ruang bar, stensil pada wallpaper di pasang dengan unsur kopi hitam dan teh. Ukiran dari bangunan Jawa lama juga menyelimuti langit-langit.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita