156 Sabtu, 18 Oktober 2014 | 10:30:14

Penjualan Rumah Hongkong Merosot di Minggu Ketiga Demonstrasi

Penjualan Rumah Hongkong Merosot di Minggu Ketiga DemonstrasiCNN

Transaksi penjualan hunian second atau rumah eksisiting di Hong Kong terus merosot di saat gelombang protes pro-demokrasi yang menjejaki minggu ketiga. Jumlah rumah yang terjual pada bulan ini ada sekitar 20 persen, dibawah penjualan pada periode September lalu.

Chief Executive di Midland Holdings Ltd, Hong Kong, Sammy Po berpendapat bahwa penjual maupun pembeli kini lebih waspada. Beberapa pemilik hunian memberi diskon hingga 3 persen saat demonstrasi berlangsung. “Namun sebagian besar lainnya belum berubah,” ucap Po.

Harga rumah bekas mencapai angka tertinggi pada bulan September lalu. Hal tersebut belum terkena dampak oleh kebuntuan politik karena aksi 200.000 demonstran Hong Kong yang menduduki jalan raya utama. Broker property lokal yaitu Savills Plc, mengatakan bahwa banyak pemilik hunian tidak terburu-buru dalam memasarkan properti mereka. Beberapa konsumen potensial banyak yang tersendat oleh kebimbangan politik di kota itu.

“Hal tersebut merupakan reaksi wajar,” ucap Wong Leung-Sing, selaku Direktur Asosiasi Penelitian di Centaline Property Agency Ltd, Hongkong.

Wong menegaskan, harga hunian sempat merosot sekitar 0,4 persen pada minggu pertama tepatnya 5 Oktober, ketika protes telah dimulai pada 26 September lalu. Penurunan harga rumah tersebut mencapai angka 5,2 persen saat pemerintah mendongkrak pajak properti dua kali lipat pada Bulan Februari 2013, dan kembali normal menjadi 7,3 persen pada tahun ini.

Pemotongan
Para demonstran Hong Kong menuntut pemilihan kepala eksekutif Hong Kong lepas dari pengaruh Cina pada tahun 2017 yang akan datang. Demonstrasi terjadi di luar markas pemerintah dan berpencar ke ruas jalan di kawasan bisnis utama kota serta perbelanjaan utama. Hal itu memicu Bank of America Corp memotong proyeksi perkembangan ekonomi bagi Hongkong tahun ini.

“Apabila terus berlanjut dan semakin parah, akan berpengaruh kepada kehidupan masyarakat serta perekonomian,” ucap Midland Po. “Lalu, daya beli yang melemah kelak berpengaruh pada pasar properti,” ia menambahkan.

Kepala riset CLSA Ltd, Nicole Wong menambahkan, bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga jauh lebih tinggi dan condong berpengaruh lebih besar pada permintaan perumahan. Wong sendiri mengatakan harga rumah wajib turun hingga 10 persen pada tahun 2015 dan 5 persen pada tahun 2016.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita