153 Senin, 29 September 2014 | 10:37:59

Main Street House, Paduan Material Alami dan Industri

Main Street House, Paduan Material Alami dan Industriomahasuntimes

Menyatukan antara bahan alami dan industri bukan lah persoalan yang sulit, apalagi jika perpaduan tersebut digunakan untuk mendirikan sebuah rumah. Shed Architecture and Design, salah satu rumah arsitek yang sukses menyatukan kedua unsur berbeda itu kepada sebuah hunian di Amerika Serikat

Shed Architecture and Design sukses mendirikan sebuah rumah dengan menyatukan bahan alami dan industri, pada bagian eksterior rumah. Mereka memanfaatkan logam bergelombang yang dipadukan dengan kayu pohon cemara douglas pada bagian pintu dan kusen jendela.

Salah satu perusahaan arsitektur itu menjuluki rumah buatannya tersebut dengan nama “Main Street House”. Rumah tersebut terletak di Seattle, Amerika Serikat, pembangunan rumah tersebut dipersembahkan untuk sepasang geolog yang saat ini tengah menikmati hari tuanya. Main Street House beridiri menggantikan sebuah bungalow yang telah berusia 100 tahun. Main Street House berdiri di sebuah lahan yang dikelilingi sebuah taman dengan panorama Danau Washington.

“Sebuah hunian efisien, sederhana, serta sangat responsif ke berbagai tempat berbeda, hal itu tersebut merupakan keinginan pasangan pensiun yang akan mendiami rumah ini,” ucap sang arsitek, yaitu Thomas Schaer.

Untuk memberikan kesan pada tampilan seng, maka arsitek memilih pembungkus logam bergelombang yang dicat. Lalu semua itu di padukan dengan material kayu cemara Douglas pada bagian kusen jendela serta panel sekitar pintu.

Hunian ini dibangun dari material kayu dengan menggunakan cara yang dikenal sebagai teknik advance farming. Dalam teknik tersebut hanya membutuhkan kurang dari 30 persen material kayu untuk pembangunan rumah, jika dibandingkan dengan pembangunan rumah Amerika Serikat pada umumnya.

Rumah yang terdiri dari 4 lantai ini memiliki sebuah garasi yang yang berlokasi di lantai dasar, serta dua ruang tidur pada lantai dua. Pada lantai tiga rumah terdapat ruang makan, dapur dan ruang tamu. Untuk lantai paling atas kita dapat menemukan sebuah teras kecil dan juga ruang kerja atau kantor.

Sebuah dinding beton memanjang dari belakang hingga ke ruang tamu untuk menyediakan sebuah tempat duduk di sekitar kebun yang tepinya sudah diaspal. Untuk memperlihatkan pemandangan pohon di sekitar maka jendela dipasang pada sepanjang dinding hingga di dekat tangga.

“Untuk penempatan jendela dan unsur rumah lainnya, didesain agar si penghuni rumah dapat menikmati hidupnya tanpa harus merapatkan rumah, hanya demi sebuah privasi, “ ucap Schaer.

Semua furniture kayu yang berada di dalam rumah terbuat dari kayu pohon cemara Douglas, Beberapa kayu juga dimanfaatkan untuk membuat tempat duduk dan juga tangga rumah. Pada ruangan dapur, kayu tersebut terlohat serasi dengan warna abu-abu pada pintu lemari finishing plastik, serta meja kerja batu balastina Yang menggemakan material kontras di eksterior rumah tersebut.

Lantai beton dipakai pada lantai paling dasar dimana ruang garasi berada, sementara material kayu pohon Douglas menjadi material lantai pada lantai atas rumah.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita