160 Sabtu, 27 September 2014 | 15:51:55

Styrofoam Material Bangunan Masa Depan

Styrofoam Material Bangunan Masa Depanretrorenovation

Pemakaian bahan styrofoam sebagai pembungkus makanan memang telah lama dilarang oleh para pecinta lingkungan. Serupa dengan yang kita ketahui, bahan yang satu itu memang ditentang oleh banyak pihak sebab sangat tidak ramah terhadap lingkungan dan juga membahayakan kesehatan.

Styrofoam dilarang sebab sifatnya yang sulit terurai bahkan memerlukan waktu 1000 tahun. Bahan tersebut tidak dapat didaur ulang dan produksinya pun mengguanakn HFC (hydrofluorocarbon) yang bisa mengakibatkan kerusakan ozon, serta bisa merugikan kesehatan.

Namun, menurut seorang arsitek yang bernama Leigh Overland, diwaktu yang akan datang, bahan styrofoam dapat dijadikan pilihan lainnya untuk material bangan bangunan. Sebuah materil yang memiliki nama insulted concrete form (ICF) adalah sejenis styrofoam yang dapat dibentuk layak sebuah blok bangunan untuk rumah. Kemudian blok-blok tersebut disusun dan disatukan dengan beton.

“Konstruksi rangka yang terbuat dari kayu telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Kini kita dapat mencoba memanfaatkan material styrofoam ini, dan ini bisa bertahan tidak cuma puluhan tahun bahkan berabad-abad lamanya,” ucap Overland yang dikutip dari Huffingtonpost, hari Kamis (25/9/2014).

Leigh juga menjelaskan, pada dasarnya bahan ICF ini serupa dengan material kayu, bahkan ICF jauh lebih hemat baik dari segi biaya dan waktu.

“Memanfaatkan Styrofoam ini kita dapat lebih menghemat, untuk pemasangannya pun juga lebih singkat. Sehingga, anda tidak membutuhkan waktu yang panjang lagi dalam membangun sebuah rumah,” leigh menambahkan.
 
Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita