190 Selasa, 23 September 2014 | 17:43:52

Tiongkok dengan Empat Naga Terbaiknya di Asia

Tiongkok dengan Empat Naga Terbaiknya di Asiavoa indonesia

Secara umum perekonomian Tiongkok memang melemah. Akan tetapi di negeri tirai bambu ini terdapat empat kota besar yang mampu memperlihatkan performa terbaiknya di antara kota-kota Asia yang lain. Keempat kota yang dimaksud tersebut ialah Guangzhou, Shenzen, Tianjin dan Chengdu.

Berdasarkan hasil survey Milken Institute, keempat kota tersebut menduduki urutan teratas pada Top 10 Best Performing Cities Asia 2014. Setelah itu disusul oleh Delhi, Kuala Lumpur, Beijing, Singapura, Ho Chi Minh dan yang terakhir Shanghai.

Shenzhen yang terpilih menduduki posisi pertama dengan poin bahwa kota ini mengalami perubahan strategis di berbagai bidang. Yang paling penting lokasi pelabuhannya merupakan kelebihan kompetetif utama untuk menyedot minat perusahaan-perusahaan manufaktur berskala multinasional.

Sementara itu untuk Guangzhou, ia menjadikan petrokimia, otomotif, serta elektonik sebagai tiga industri pondasi. Penghasilan per kapita kota ini pun hanya selisih sedikit dengan Shenzhen yaitu sekitar 600 dollar AS atau sekitar 7,1 juta.

Yang berada di peringkat ketiga adalah kota Chengdu, kota tersebut merupakan bintang baru dalam persaingan kemajuan perkotaan di Cina. Dalam berbagai hal, Chengdu berhasil membangun generasi kedua. Dengan mengadopsi siasat pembangunan ekonomi “go west” serta memberikan penawaran tambahan bagi para investor hal tersebut merupaka langkah yang dilakukan pemerintah kota Chengdu dalam membangun kotanya.

Kesuksesan Chengdu dianggap telah merenovasi kedudukan ekonominya dalam kurun waktu lebih dari satu dekade terakhir ditandingkan dengan kota lainnya. Milken berpendapat, Chengdu mempunyai masa depan cemerlang menjadi kota utama dunia untuk berbagai kategori.

Lain halnya dengan Tianjin, yang diberkati dengan keberadaan pelabuhan terbesar di Cina yang berlokasi di Teluk Bohai. Tianjin bertransformasi menjadi salah satu kota dengan pertumbuhan paling cepat dari tahun 2000.

Seperti yang ditulis oleh Milken, keempat “Naga” tersebut dengan mengejutkan telah mengalahkan kemajuan kota Beijing yang berada di posisi ketujuh serta Shanghai di posisi kesepuluh sebagai sentral aktivitas ekonomi, keuangan, pemerintahan juga bisnis internasional. Tetapi karena keempat kota tersebut mempunyai daya saing yang tinggi dalam tenaga kerja terampil dan industri strategis, bisa mencapai nilai tinggi pada indeks Best Performing Cities.

Milken Institutre sendiri adalah lembaga sosial, wadah pemikiran ekonomi netral, yang bekerja dalam mendongkrak kehidupan dengan memberikan solusi ekonomi serta kebijakan inovatif.

Best Performing Cities Asia Indeks (BPCAI) adalah kreasi tahunan perdana Milken segera paska pembentukan Milken Institute Asia Center tahun 2013 di singapura. Dengan Mengadaptasi Best Performing Cities Amerika Serikat merupakan cara yang dipakai dalam menentukan angka ini. Penilaian di lakuakan secara objektif kepada kota-kota besar di Asia berdasarkan lapangan pekerjaan, kinerja ekonomi, pertumbuhan industry serta upah buru.

“Diatas faktor tersebut, penciptaan lapangan kerja yang memicu pembentukan serta perluasan kelas midle di kota-kota paling ideal di Asia, yang kami pantau. Penilaian juga berdasarkan pada ekonomi perkotaan yang dapat menciptakan peralihan, berkelanjutan, dan memperlihatkan tingkat pertumbuhan nilai yang lebih tinggi,” ujar Ross Devol, Chief Research Officer Milken.

BPCAI menghitung tingkat pekerjaan serta pendapatan rumah tangga dan industry sebagai nilai plus sepanjang 5 tahun (2008-2013) untuk mencocokan variasi ekstrim dalam roda bisnis. Hal tersebut juga merangkum kinerja aetahun terakhir kota-kota yang di survey di wilayah Asia, tanpa perbandingan beban hidup atau mutu hidup.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita