44 Selasa, 23 September 2014 | 17:34:38

Pembukaan Wangjing SOHO Beijing Berlanjut Meski Pernah Ditiru

Pembukaan Wangjing SOHO Beijing Berlanjut Meski Pernah Ditirupickchur

Pada akhirnya gedung Wangjing SOHO yang berada di Beijing Cina, telah resmi di buka. Gedung yang di desain oleh Zaha Hadid seorang arsitek dunia itu sempat menjadi pembahasan hangat ketika di tiru oleh arsitek lain.

Wangjing SOHO ialah bangunan dari pengembangan proyek mixed-use yang terdiri dari tiga bagian yang menjadikannya pemandangan paling menarik perhatian dalam perjalanan dari airport di Beijing menuju pusat kota. Volume bangunan ini ditata sebagai trio puncak gedung yang megah mengarah ke arah kota. Menara yang paling tinggi pada bangunan tersebut tingginya mencapai 200 meter.

Dengan balutan cahaya lampu LEED pada seluruh bangunan sehingga menjadikan Wangjing SOHO memiliki daya tarik sendiri. Pencahayaan tersebut sukses menjadi ciri khas bangunan bertingkat tinggi itu dengan tipologi yang tidak cuma dalam bentuk lengkungan besar saja, melainkan juga dalam usaha keberlanjutan. Komplek bangunan tersebut memiliki sistem penyaringan air minum murni yang telah memenuhi standar bahkan bagi astronot sekalipun.

Sebelumnya, Tiongkok dikenal sebagai pembuat “kloning” dari bebrapa gedung yang ada di dunia, seperti Menara Eiffel dan Ronchamp Champel di Perancis, hingga tiruan kota Halsstatt yang terdapat di Austria. Akan tetapi, meskipun “sukses” membuat gedung-gedung megah tersebut, sepertinya negara tiongkok harus mulai membangun bangunan megah yang bukan tiruan hasil cipta orang lain. Sebab, Zahad Hadid seorang arsitekyang berasal dari Inggris itu pernah berucap, akan menempuh jalur hukum setelah menyaksikan pembangunan yang ada di kota Chongqing.

Hadid berpendapat, pembangunan tersebut ialah arsitektur tiruan dari Wanjing SOHO yang ada di kota Beijing. Pada mulanya, Zaha terlihat tenang terhadap pembangunan gedung hasil “kloning” itu, selama pembuatannya tidak serta-merta meniru seluruh desain aslinya.

“Kami akan memberitahukan sang pencontek tersebut untuk segera meminta maaf, menghentikan pembangunan, mengganti eksterior serta menyerahkan kompensasi,” ucap Nighel Calveret sang pengacara kepada Guardian.

Yang mencengangkan adalah bangunan “tiruan” di Chongqing itu pembangunannya telah rampung lebih awal dibandingakn dengan bangunan aslinya di Beijing. Developer yang membangun “gedung cloning” itu sama sekali tidak merasa bersalah, bahkan mereka mengatakan, inspirasi mereka ketika membuat bangunan tersebut berasal dari bebatuan yang mereka lihat di sungai Yatze.

Sehingga mereka menuangkan inspirasi mereka pada bentuk bangunan tersebut, bukannya hasil mencontek dari hasil karya Hadid di Beijing.

Akan tetapi, walaupun pihak Hadid akan memenangi gugatan mereka, berdasarkan informasi dari pengacara You Yunting yang berbasis dikota Shanghai. Hadid kemungkinan besar hanya memperoleh kompensasi saja, sebab tidak mudah untuk meruntuhkan bangunan tiruan yang sudah berdiri tersebut.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita