347 Senin, 22 September 2014 | 18:32:12

Rumah Tak Berdinding dan Alami The Naked House

Rumah Tak Berdinding dan Alami The Naked Houseidea

Hunian ini memberikan panorama ke arah laut dengan perbukitan cantik Thailand yang mengitarinya. Mari lihat Naked House, rumah yang memakai sedikit pembatas atau dinding pada eksterior dan interiornya.

Marc Gerritsen seorang fotografer sekaligus desainer dan arsitek, merancang sendiri kediamannya yang ia namakan The Naked House. Serupa dengan namanya, rumah yang berlokasi di area wisata Koh Samui, Thailand ini amat terbuka, seakan tak memiliki sekat.

Ruang tamu terbuka dengan pintu lipat yang dapat di tutup saat menjelang senja. Yang membuat rumah tersebut seakan tak berdinding adalah keadaan ruang tamunya yang sangat terbuka.
Rumah terbuka ini didirikan berdasarkan tiga nilai dasar kehidupan yang  di anut oleh Marc, Nilai tersebut adalah area yang terbuka dan ketenangan serta udara yang bersih. Dengan ketiga unsur ini, Marc mendirikan sebuah rumah arsitektur terbuka dan rapih berkombinasi dengan material dasar (kayu, beton, kaca dan baja).

Pada lantai bangunan tersebut, di sebelah ruang tamu tepatnya, terdapat dua ranjang bersantai, sedangkan disisi satunya lagi ada dapur yang tidak memiliki lemari overhead ataupun lemari es. Sang pemilik rumah menginginkan dapur yang simpel. Sementara itu pantry dijadikan tempat untuk menyimpan barang-barang.

Hampir keseluruhan perabot rumah di lantai satu menghadap ke area kolam renang dan laut. Sehingga memberikan rasa ketenangan dan menjadikan penghuni rumah seolah-olah sedang melarikan diri dari hiruk pikuk dan kesibukan kota.

Di atas ruang tamu terdapat ruang tidur utama. Serupa dengan ruangan bawahnya, ruang tidur tersebut juga sangat menyatu dan terbuka dengan alam. Bahkan kamar mandinyapun tidak memiliki pembatas, sehingga angin dapat menjelajah isi rumah dengan mudah.

Ornamen rumah yang serba ‘back to basic’ menjadikan kita berfikir bahwa kemewahan interior bukanlah penentu keindahan sebuah rumah, melainkan dapat di cermati dari seberapa besar upaya kita untuk memaksimalkan nilai guna suatu barang ataupun ruang meskipun di titik yang sangat sederhana sekali.

Sumber : idea

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita