71 Jum'at, 19 September 2014 | 17:05:01

Mengurangi Kemacetan Dengan Transportasi Umum Gondola

Mengurangi Kemacetan Dengan Transportasi Umum Gondolagizmodo

Kini warga New York akan dapat menempuh perjalanan dari wilayah Brooklyn ke Manhattan hanya dengan waktu kurang dari empat menit saja, meskipun keadaan lalu lintas kota dalam kondisi padat. Hal tersebut dapat terjadi jika mereka menggunakan kereta gantung atau gondola sebagai alat transportasi mereka.

Situs real estate City Real dari Brooklyn beserta Presiden East River, Daniel Levy merupakan orang yang mengusulkan dibangunnya gondola yang melintasi kawasan Brooklyn dan Manhattan. Kereta gantung tersebut diharapkan akan menjadi transportasi umum masa depan yang dapat mengurangi kemacetan.

Gondola tersebut dinamakan East River Skyway. Gondola tersebut terdiri dari kabel dengan kecepatan tinggi dan dengan waktu kurang dari 240 detik akan bolak balik melintas di atas langit kota New York. Diperkirakan gondola-gondola tersebut dapat menampung sekitar 5.000 orang lebih per jam pada kedua arah.

“Gondola akan menjadi solusi yang cepat dan juga realtif murah,” ucap Levy.

Levy hadir dengan gagasan skyway tersebut dan menjelaskan kepada Daily News, diperkirakan untuk pembangunan proyek kereta gantung tersebut biaya yang dibutuhkan sekitar 75.000.000 dollar AS, atau sekitar Rp 1,2 triliun. Perkiraan biaya tersebut sudah termasuk perhitungan biaya untuk pembangunan gedung stasiunnya.

Menurut Levy, tahap pertama dari sistem kereta gantung tersebut dapat dimulai dari Williamsburg kearah Manhattan. Seperti yang kita ketahui bahwa, sistem gondola semacam ini sudah sangat terkenal di seluruh dunia, bahkan di New York sendiri merupakan tempat berasalnya trem Roosevelt Island yang bekerja sejak tahun 1976.

sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita