353 Kamis, 18 September 2014 | 16:28:06

Kenaikan harga rumah Inggris tertinggi tahun ini

Kenaikan harga rumah Inggris tertinggi tahun ini

Kenaikan harga perumahan di Inggris di Tahun ini adalah yang tercepat dalam jangka waktu tujuh tahun terakhir. Hal ini dikhawatirkan berakibat sulitnya generasi muda untuk mendapatkan hunian mereka.

Laporan ini dicatat oleh Badan Statistik Inggris yang menyatakan rata-rata harga rumah di Inggris naik mencapai 11 persen menjadi 272 ribu Poundsterling (Rp5,3 miliar).

Semester ini adalah kenaikan tercepat persemester dalam waktu tujuh tahun terakhir. Untuk rumah baru tingkat kenaikan harga adalah 13,5 persen lebih mahal dari tahun lalu.

Para pengamat menilai harapan generasi muda untuk memiliki rumah tidak akan menjadi nyata. Kepemilikan rumah sendiri akan tidak terjangkau. Pilihan lainnya adalah mereka tinggal di rumah asal orang tua mereka, atau menjadi "generation rent (generasi sewa)" dengan membayar kepada tuan tanah.

Demikian juga dengan yang satu kawasan di Inggris, seperti Skotlandia, Irlandia dan Wales. Harga rumah di Skotlandia saat ini rata-rata 198 ribu Poundsterling (Rp 3,8 miliar) dari 183 ribu Poundsterling. Wales harga rata-rata 171 ribu poundsterling dari 160 ribu Poundsterling dan Irlandia Utara harga rata-rata 139 ribu Poundsterling.

Lembaga pembiayaan Inggris mencatat pembeli pertama pada bulan juli sudah mencapai 30.000. Namun sebagian besar perlu melakukan kredit untuk mendapatkan huniannya. dengan nilai rata-rata adalah 127,5 poundsterling (Rp 2,4 miliar).

Menyiasati hal ini, menteri perumahan Inggris mengakui terus berkomitmen untuk menjaga kestabilan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Melihat pertumbuhan pesat kebutuhan rumah, mereka membangun 200.000 rumah terjangkau di seluruh Inggris sejak 2010.

Sumber : independent



📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita