134 Selasa, 16 September 2014 | 14:15:47

Apartemen Lebih Luas Dengan Reductive Simplicity

Apartemen Lebih Luas Dengan Reductive Simplicity nytimes

Seorang arsitek berusia 46 tahun, Cooper, menceritakan penemuannya yaitu penambahan 97,5 meter persegi pada sebuah Kondominium Brooklyn kepunyaannya, hanya dengan melakukan kesederhanaan reduktif atau “reductive simplicity”.

Cooper beserta istrinya yang seorang interior designer yaitu Hanlin, 44, terilhami oleh rancangan Jepang. Ia mengungkapkan. Tokyo merupakan kota yang sibuk dan ramai, namun jika anda memasuki sebuah ruangan atau taman tatami, anda akan merasa tenang. Rumah kontemplatif, netral dan tenanglah yang mereka harapkan.

Benar saja, Cooper beserta isinya dan anak kembar mereka Felix dan Mia, menempati lantai 5 dan lantai 6 sebuah bangunan yang pernah digunakan School of the Sacred Hearts dan pada tahun 1980 telah di renovasi menjadi 34 unit kondominium. Sebelum transformasi ini, apartemen mereka dibagi menjadi 3 ruangan yaitu ruang ruang kelas, ruang mekanik dan ruang kamar mandi anak laki-laki.

Dengan Mengeluarkan hampir semua isi apartemen merupakan langkah awal yang Keluarga tersebut lakukan dalam memulai rencana kesederhanaan reduktif. Agar seluruh area ruang tamu dapat terasa lebih luas, mereka mengangkat bagian atap pada lantai bawah. Kemudian sisa langit-langit pada lantai bawah mereka turunkan, sehingga mereka dapat menyisipkan ruang televisi serta sebuah perpustakaan di atasnya. Pada ruang tamu sekat yang digunakan oleh mereka terbuat dari kayu agar memberikan kesan yang ringan dan dapat menambahkan banyak tempat penyimpanan.

Renovasi yang menghabiskan dana 300.000 dollar atau sejumlah 3,5 milliar ini terlihat seperti sebuah sulap. Apartemen yang pada mulanya memiliki luas 412,5 meter persegi kini berubah menjadi 510 meter persegi. Memang bukan jumlah yang signifikan akan tetapi terlihat penambahan di sana.

Agar tetap memiliki ruang yang lebih pribadi, lokasi ruang tidur berada di tiap lantai yang berbeda. Kamar tidur Mia berada di lantai dasar, dengan ranjang yang tinggi dan tidak terlalu luas. Keinginannya simple, Mia suka dengan tirai yang menjuntai dan juga warna-warna, ujar Hanlin.

Warna dinding pada apartemen tersebut serupa dengan warna apartemen kebanyakan lainnya yaitu putih, Namun lemari baju Mia yang di lapisi dengan cat merah muda terlihat mencolok. Lemari tersebut memberikan kesan yang terang apabila di perhatikan dari balik tirai.

Pada lantai 2 terdapat ruang tidur utama, dulunya lantai tersebut merupakan toilet untuk siswa laki-laki. Sementara itu anak laki-laki Cooper sempat meminta kamar yang paling bagus, yaitu ruangan yang berada di lantai 3 dengan teras kecil. Dari teras itu lah Felix dapat menikmati Williamsburgh Savings Bank pada bagian timur dan Empire State Building di sisi utara.

“Dia menginginkan ruangan untuk koleksinya yaitu kerang, sesuatu yang terlihat seperti duri landak, dan bebatuan. Selain itu Felix juga meminta ruangan untuk memainkan drumnya,” Ucap Cooper.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita