238 Sabtu, 13 September 2014 | 12:56:57

Rumah Masa Depan yang Kian Cerdas

Rumah Masa Depan yang Kian Cerdas

Saat ini, rumah bukanlah tempat tinggal semata, melainkan sebagai sarana berolahraga, belajar, bekerja dan bermacam-macam kegiatan lainnya. Namun terkadang ruang dan tempat di dalam rumah sangatlah terbatas, sehingga dibutuhkan cara-cara kreatif dan inovatif untuk memfasilitasi beragam saranan ataupun peralatan pendukung kegiatan tersebut di dalam rumah.

Sesuai dengan pesan yang diberikan oleh Boo-keun Yoon, selaku President & CEO Samsung Electronics, dalam opening sebuah pameran Internationale Funkausstellung (IFA) di kota Berlin tahun 2014. Bahwa bagaimana rumah dan seluruh isinya dapat mewadahi seluruh kebutuhan dalam kegiatan tuan dan nyonya rumah. Berikut pesan kepada para Inovator teknologi. Mereka ditantang agar dapat menyatukan seluruh hal tersebut sehingga memberikan kemudahan dalam hidup, terutama di dalam rumah.

Belakangan ini, sejumlah pembuat peralatan elektronik terus membabarkan konsep rumah pintar. Sebuah rumah masadepan, rumah yang dapat memahami dan mencukupi keperluan di pemiliknya. Hal tersebut dikarenakan rumah merupakan sentral kehidupan manusia, dan di dalam rumahlah berbagai kegiatan pribadi dilakukan.

“Rumah masa depan adalah rumah yang dapat menyesuaikan dengan penghuninya. Rumah dapat menjadi lebih tanggap akan kebutuhan, lebih mengerti apa yg kita perlukan dan dapat memenuhinya sebelum kita minta,” Ucap Yoon

Secara detail, Yoon menjelaskan bahwa teknologi dalam tempat tinggal akan semakin melindungi, fleksibel, dan tanggap terhadap penghuninya. Dikatakan melindungi sebab teknologi harus bisa memberikan rasa aman bagi penghuni rumah, mulai dari pencurian, gangguan hingga polusi air dan udara.

Rumah Fleksibel bisa memberikan ruang gerak yang luas sekaligus menyediakan ruang serbaguna bagi penghuni. Teknologi yang membuat fleksibilitas tersebut, misalnya perabotan dalam rumah dapat di pindahkan secara otomatis.

Sedangkan hunian dengan teknologi yang responsive, dapat mengenali dan beradaptasi dengan perilaku dan kebiasaan si penghuni rumah. Pada hal ini, inovasi dan imajinasi teknologi berkolaborasi menjadi temuan yang berguna bagi kehidupan.

Saling terkait

Pada pergelaran IFA Berlin 2014, Samsung mempertunjukkan sebuah lemari es yang mampu dengan cermat mengkalkulasi ketersediaan simpanan bahan makanan yang berada di dalamnya. Kulkas tersebut juga dapat memperingati si pemilik saat mengambil panganan pantangan untuk diet. Atau, meja dapur cerdas yang dapat memperlihatkan resep masakan baru dan bagaimana cara mengolahnya step by step. Bahkan, kompor elektriknya dapat mengolah daging menjadi matang penuh atau setengah matang dengan waktu dan suhu terukur.

Manufaktur lainnya juga membuat temuan agar home appliances atau peralatan elektronik rumah tangga bisa saling “berkomunikasi” dan bekerja sesuai kemauan pemiliknya. Misalnya LG, yang telah membuat temuan berupa sistem kelistrikan di rumah akan mati ketika si pemilik memberikan komando dari jarak jauh. Pabrikan yang berasal dari Korea Selatan tersebut juga membuat peralatan elektrik yang dapat berkorelasi satu dengan yang lainnya, dan di kontrol dengan perintah yang simpel, baik berupa ponsel, suara, maupun perangkat pengaturan lain.

Selai itu, para penemu pun sudah mengembangkan teknologi yang sama. Seperti Laboratorium Massachusetts Institute of Technology (MIT), sukses membuat sensor yang mampu membaca aktivitas tangan seseorang untuk menghidupkan peralatan digital dalam rumah. Dengan sensor tersebut, bahasa tubuh penghuni rumah mampu menghidupkan dan mengatur warna lampu, memindahkan ranjang atau mendorong meja, bahkan menggeser lemari guna membuka kamar mandi yang terdapat dibalik lemari dalam sebuah kamar.

Director of City Science Iniative MIT Laboratorium, Kent Larson, mengungkapkan, bahwa rumah futuristic tidak sebatas sebagai rumah pintar berteknologi tinggi, dimana semua peralatannya dapat saling terhubung. Rumah masa depan semestinya menyatu dengan cara hidup si penghuni, jadi si pemilik dapat melakukan kegiatan dengan leluasa.

Seperti yang di ucapkan Larson ketika acara IFA berlin 2014 “Ini soal memberi opsi yang tepat kepada anda di waktu yang tepat juga.”

Dalam penyampaiannya, Peneliti di MIT Media lab tersebut memperlihatkan bagaimana seseorang mampu memaksimalkan ruang apartemen berukuran 28 meter persegi sehingga nampak lebih luas tiga kali. Seluruhnya dilakukan secara digital, tanpa harus menekan tombol.

Perangkat lunak untuk menjalankan sisitem pada Rumah Pintar ini juga terus di kembangkan. Misalnya SamrtThings, yang telah mengembangkan lebih dari ribuan aplikasi yang mampu bekerja pada beragam merek mesin cuci, kulkas ataupun mobile device seperti tablet pc, ponsel, sampai remote controller. Intinya, draft rumah masa dapan adalah sebuah keniscayaan yang dapat segera terwujud.

Sumber : kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

Pencarian Berita