152 Rabu, 03 September 2014 | 10:30:06

Setelah Jatuh Pada 2013, Harga Properti Korea Kembali Naik

Setelah Jatuh Pada 2013, Harga Properti Korea Kembali Naikvibiznews

Setelah lebih dari setahun harga rumah merosot, pasar properti Korea Selatan mulai membaik pada tahun ini, seraya menguatnya pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut ditunjukkan dengan indeks harga pembelian rumah yang naik sebesar 1,41 persen selama kuartal I 2014. Berdasarkan Korean Information Statistic Service, kenaikan itu adalah kali kelima berurutan sejak kuartal akhir 2013. Pada setiap kuartal harga rumah naik sebesar 0,5 persen (sesuai inflasi).

Kenaikan harga itu timbul di beberapa kota besar dan kota lapis kedua. Di antara kota-kota besar Korea Selatan, Daegu, kota terbesar keempat, mengalami kenaikan harga rumah paling signifikan yaitu 15,56 persen, diikuti Gwangju sengan 7,1 persen, Chungbuk dengan 5,91 persen, Ulsan sevear 5,6 persen, Incheon sebesar 5, Gyeonggi sebesar 4,61, dan Gangwon dengan 4,14 persen.

Seoul, sebagai ibu kota negara, menunjukkan peningkatan indeks harga rumah berbasis transaksi sebesar 3,89 persen secara tahunan. Sedangkan harga rumah di Busan naik 3,29 persen, dan Daejeon 3,26 persen.

Kementerian Pertanahan, Transportasi, dan Kelautan Korea Selatan menilai, pertumbuhan harga disebabkan lonjakan permintaan. Transaksi properti naik menjadi 58.846 unit pada Januari 2014, jauh di atas rata-rata 43.085 unit selama lima tahun belakangan.

Mengacu kondisi pasar yang kian membaik ini, Presiden Park Geun-hye ingin meringankan peraturan pasar properti, untuk meningkatkan perekonomian secara keseluruhan.

"Kami akan meningkatkan pasar properti dan melonggarkan peraturan yang tidak perlu sehingga perekonomian dapat direvitalisasi. Banyak upaya yang diambil untuk mencegah pasar properti overheating  yang ternyata malah menghambat. Ini perlu sedikit pelonggaran," ungkap Geun-hye.

Sebelumnya, Korea Selatan menerapkan pengetatan kredit loan to value, pajak tinggi untuk transaksi dan keuntungan transaksi, dan pembiayaan bersubsidi.

Bank of Korea memprediksi perekonomian akan tumbuh sebesar 4 persen tahun ini yang merupakan laju tercepat sejak 2010. Pertumbuhan terutama akibat peningkatan pendapatan konsumsi swasta, konstruksi serta aktivitas ekspor.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita