144 Kamis, 28 Agustus 2014 | 11:56:11

Kota-kota Tiongkok yang Potensial untuk Investasi Properti

Kota-kota Tiongkok yang Potensial untuk Investasi PropertiGoogle Image

Jika anda memiliki dana yang lebih, pastinya anda akan menggunakannya untuk peluang bisnis dengan keuntungan yang dapat berkembang dengan cepat, kan? Karena dua fungsi yang menggiurkan itulah mengapa bisnis properti banyak diminati.

Hasil penelitian terbaru dari BNP Paribas menunjukkan adanya fenomena yang menarik. Yakni, Tiongkok, negara yang kini bisnis propertinya sedang melemah, memiliki beberapa kota yang memiliki potensi bisnis properti yang justru akan sangat menguntungkan. Sejumlah 600 kota berpotensial siap menjadi sasaran dana investasi properti lokal maupun asing.

Karena jumlah yang terlalu banyak, BNP mengerucutkan dftar tersebut hingga hanya 100 kota saja. Harga hunian pada kota-kota tersebut diprediksi akan melonjak tajam setelah melemahnya angka pembelian hunian.

Di dalam penelitian tersebut juga tercatat, sepanjang tahun lalu, transaksi properti yang telah dibukukan di 100 kota tersebut mencapai 600 juta meter persegi. Luas tersebut merupakan 57 persen dari total volume transaksi di seluruh Tiongkok, yaitu 1,16 miliar meter persegi.

Salah satu kota yang dinilai paling baik untuk menjadi target bisnis properti di Tiongkok adalah Shenzhen. Kota ini unggul di peringkat nomer satu dari 100 daftar pilihan tadi.

Shenzhen berhasil duduk di peringkat paling atas karena jumlah indikasi kota sehat untuk investasi propertinya yang telah terpenuhi. Lahan kosong untuk hunian masih sangat banyak, dan diprediksi cukup untuk memenuhi permintaan pasar untuk pembangunan hunian hingga 7,4 tahun mendatang, mengingat lonjakan permintaan yang kian melonjak.

Kota-kota lain yang cukup sehat untuk menjadi sasaran bisnis properti adalah Chengdu, Hefei, Dongguan, Guangzhou, Xiamen, Shanghai, dan Beijing. Sementara itu, meskipun peringkatnya masih di bawah kota-kota yang tadi disebutkan, Yantai dianggap sebagai kota yang paling menarik untuk para migrant. Jumlah lahan kosong dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan hunian hingga 9,25 sampai 10,94 tahun ke depan.

Selain kota-kota di atas, hasil penelitian BNP Paribas juga menunjukkan bahwa kota-kota di Delta Sungai Pearl memiliki premis yang lebih baik, diikuti oleh Tiongkok Barat, Tiongkok Tengah, Delta Sungai Yangtze, dan terakhir, Tiongkok Utara.

Selain kota-kota yang sehat untuk investasi di atas, tadi, Tiongkok juga memiliki kota-kota yang sebisa mungkin harus dihindari untuk investasi properti, jumlahnya ada 57 kota. Kota-kota “terlarang” tersebut antara lain Hainan, Harbin, Sanya, dan Heilongjiang. Kota-kota tersebut dianggap tidak potensial karena pasokan hunian yang ada berbanding terbalik dengan permintaan pasar. Pasokan huniannya terlampau banyak untuk permintaan pasar yang kian menipis.

Selain itu, kota-kota tersebut juga memiliki lima indikator tidak sehat untuk investasi properti, antara lain jumlah hunian dan penduduk yang timpang, sedikitnya jumlah bangunan yang terjual, pasokan dan kebutuhan pasar akan hunian yang tidak seimbang, pasokan tanah yang menggunung setiap tahunnya, dan banyaknya rumah yang tidak terbeli.

 

Sumber: SCMP

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita