8 Jum'at, 22 Agustus 2014 | 14:50:54

Bandara Yasser Arafat di Gaza Runtuh Sebelum Mendunia

Bandara Yasser Arafat di Gaza Runtuh Sebelum Menduniadailymail

Perang meninggalkan duka dan kerugian yang sangat besar. Selain kemanusiaan, perang juga menorehkan luka pada dunia arsitektur. Salah satu bangunan yang harus hancur lebur karena perang di Jalur Gaza adalah Bandar Udara Internasional Yasser Arafat di Rafah. Nama bandara itu memang belum sempat terdengar kiprahnya.

Seperti dilansir Daily Mail, bandara yang belum sempat menunjukkan kemegahannya pada wisatawan dunia itu didirikan pada November 1998. Masyarakat di Jalur Gaza beramai-ramai melihat sejarah dan harapan mereka lewat perantara bandara tersebut.

"(Bandara) ini mungkin tampak seperti bandara kecil bagi Anda, tapi bagi kami, ini lebih besar ketimbang (bandara) John F. Kennedy," kata Nabil Shurafa, seorang agen perjalanan setempat pada The New York Times.

Bandara yang selesai setahun sebelum pembukaannya ini sudah ditunggu menjadi jendela Gaza menuju dunia. Karena posisi strategisnya, Mesir, Jepang, Arab Saudi, Spanyol, Jerman, dan negara Uni Eropa lainnya ikut serta mendirikan bandara ini. Para arsitek Maroko juga berperan merancang mozaik yang terdapat di dinding bandara.

Bandara itu dibangun berkat Perjanjian Oslo II tahun 1995. Upacara pembukaannya pun telah mendatangkan salah satu pemimpin dunia paling berpengaruh yaitu Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton. Sayangnya, kerusuhan terjadi tidak jauh dari lokasi bandara dan bandara ini pun tak lekang dari penghancuran.

Daily Mail menyebutkan, bom Israel meruntuhkan menara bandara dan buldozer menghancurkan dinding bandara. Jet F16 memusnahkan pusat radar dan sistem kamera keamanan. Insiden yang terjadi pada 2001 itu hanya berselang tiga tahun setelah warga sekitar merayakan harapannya. Bandara itu kemudian diserang Israel sebagai balas dendam atas tewasnya empat tentara mereka.

Saat ini, siapa pun dapat menyaksikan puing-puing bandara. Beragam upaya pembangunan kembali juga telah dilakukan mengingat bandara ini merupakan simbol kedaulatan dan juga memiliki kepentingan ekonomi. Sayangnya, hal itu terhalang pertimbangan Pemerintah Israel yang menilai kehadiran bandara hanya akan memberikan keuntungan bagi diplomat dan pesohor.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita