163 Kamis, 14 Agustus 2014 | 14:06:02

Jerman Unggul Dalam Energi Terbarukan

Jerman Unggul Dalam Energi Terbarukanpointingonline

Jerman kembali mengukuhkan posisinya sebagai negara unggul. Paling tidak, dalam hal produksi energi terbarukan. Menurut laporan terbaru dari Fraunhofer Institute, pada kuartal pertama 2014 ini Jerman telah sukses memproduksi energi terbarukan sejumlah 81 TWh. Jumlah tersebut setara dengan, kurang lebih 31 persen dari kebutuhan listrik negaranya.

Produksi listrik dari tenaga matahari Jerman naik sebesar 28 persen, sedangkan angin naik sebesar 19 persen, dan biomassa naik sebesar 7 persen dari produksi tahun sebelumnya. Sementara itu, laporan yang sama juga mengatakan bahwa selain tenaga nuklir, produksi sumber listrik konvensional lainnya mengalami penurunan.

Menanggapi data ini, Max Hildebrandt selaku ahli industri energi terbarukan pada badan perdagangan luar negeri dan badan promosi investasi Jerman, Germany Trade & Invest, menjelaskan bahwa hal itu adalah bukti keberhasilan yang diraih Jerman.

"Catatan berulang untuk energi terbarukan di Jerman menunjukkan keberhasilan yang luar biasa dari undang-undang EEG Jerman," ungkap Hildebrandt.

Tetapi, dari yang dilansir dalam Inhabitat, pencapaian Jerman itu masih dibayang-bayangi oleh tingginya penggunaan batubara. Dalam semester pertama 2014 ini, batu bara muda telah memproduksi 69,7 TWh, batubata keras menghasilkan 50,9 TWh, dan energi nuklir telah menghasilkan 45,0 TWh.

Memang, usaha menekan angka tersebut sudah cukup terlihat. Eropa dan seluruh dunia dimohon dapat mencontoh Jerman, tidak terkecuali Indonesia.

Indonesia, walaupun belum mencatat hasil luar biasa, sudah mulai bersiap-siap dalam menghasilkan dan menggunakan listrik dari sumber daya terbarukan. Kementerian Pekerjaan Umum telah menargetkan, pada 2025 mendatang konsumsi energi tidak terbarukan di Indonesia bisa dikurangi jumlahnya.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita