228 Kamis, 14 Agustus 2014 | 10:29:35

Okupansi Hotel di Dubai Merosot Tajam

Okupansi Hotel di Dubai Merosot Tajamjumeirah

Okupansi hotel-hotel di Dubai mengalami fase terendahnya paling tidak dalam kurun waktu 18 tahun terakhir. Anjloknya okupansi hotel ini terjadi pada bulan Juli lalu. Lebih dari setengah dari seluruh jumlah hotel-hotel tersebut bahkan kosong. Hal tersebut diungkapkan berdasarkan riset atau penelitian yang dilakukan STR Global.

Data yang dimiliki STR Global menunjukkan bahwa tingkat sewaan atau hunian hotel menurun sampai dengan 11,8 persen, yaitu menjadi 45,4 persen dari tahun sebelumnya. Itu adalah raihan paling rendah semenjak perusahaan tersebut mulai melakukan riset pasar perhotelan di Dubai.

Dubai yang selama ini semakin terkenal namaya di dunia semenjak adanya Burj al Arab, berencana untuk memperbanyak jumlah kamar hotel yang mereka miliki hingga dua kali lipat pada tahun 2020 mendatang. Mereka mengharapkan terjadinya lonjakan pengunjung atau wisatawan domestic ataupun asing menjelang diselenggarakannya World Expo tahun 2020 mendatang.

Helal Saeed Almarri yang merupakan Direktur Jenderal Pariwisata dan Perdagangan Dubai, pada bulan Maret lalu, menyatakan bahwa Uni Emirat Arab menargetkan untuk membangun sekitar 160.000 kamar hotel, dan sebagian diantaranya adalah hotel bintang empat.

"Juli lalu adalah salah satu bulan terpanas di kawasan ini dan bertepatan dengan bulan puasa Ramadhan. Kota ini memiliki kecenderungan negatif secara keseluruhan, sementara pasokan terus tumbuh," ungkap Elizabeth Winkle selaku Managing Director STR Global.

Pada tahun 2013 lalu, Dubai mencapai kesuksesan dengan menarik sebanyak 11 juta wisatawan. Pencapaian tersebut naik sebesar 11 persen dari tahun sebelumnya, yaitu tahun 2012.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita