34 Sabtu, 09 Agustus 2014 | 08:40:27

Geser Rusia, Tiongkok Pemborong Properti Terbanyak di AS

Geser Rusia, Tiongkok Pemborong Properti Terbanyak di ASGoogle Image

Harga pasar properti di kota-kota seperti Shanghai, Hongkong, dan Singapura yang melonjak tajam memaksa banyak dari pembeli dan investor asal Tiongkok “berhijrah” ke New York, Amerika Serikat. Tidak tanggung-tanggung, dari total pembelian internasional sebesar Rp, 1.083 triliun, sebanyak Rp. 258,2 triliun masuk dari transaksi pembelian pembeli dan investor asal Tiongkok. Jumlah ini telah meningkat sebesar 19 persen jika dibandingkan dengan periode yang lalu.

Kontribusinya pada total pembelian internasional inilah yang menjadikan warga Tiongkok sebagai pembeli properti asing terbanyak di AS, bahkan jumlahnya kini telah mengalahkan jumlah kontribusi transaksi dari warga Rusia yang sebelumnya ada di peringkat pertama.

Para pembeli dan investor Rusia tercatat sebagai pemegang investasi gedung apartemen di kawasan yang mewah dengan nilai yang menakjubkan, yakni sebesar Rp. 881 miliar sampai Rp. 1,08 triliun. Tapi, itu dulu. Kini, tidak banyak pembeli Rusia yang mencari properti di AS. Hal ini disebabkan oleh peperangan antar Ukraina dan Rusia, yang dikhawatirkan akan memicu jatuhnya sanksi politik dari AS yang akan mempersulit transaksi properti untuk orang-orang kaya asal Rusia.

“Sejak kasus Krimea dimulai, sudah jarang ditemukan pembeli asing asal Rusia,” ujar Nikki Field, salah seorang broker international dari Sotheby.

Posisi Rusia yang kosong inilah yang kemudian diisi oleh para pembeli Tiongkok. Harga properti di AS yang masih tergolong lebih murah inilah yang membuat mereka berpaling. Bagaimana tidak, untuk apartemen saja, harga di AS bisa hanya separuh harga yang ada di Singaoura, Hongkong, dan Shanghai. Harga apartemen di tiga kota besar itu dapat mencapai kisaran 4.100 dollar AS sampai 5.000 dollar AS per kaki perseginya, sedangkan di Manhattan hanya sekitar 2.100 dollar AS hingga 2.500 dollar AS per kaki perseginya.

Menurut hasil studi Hurun, ada lebih dari 80 persen dari kalangan kelas atas Tiongkok yang mengirim anak-anak mereka ke luar negeri dengan tujuan pendidikan. Itulah mengapa banyak pembeli asal Tiongkok yang memilih properti karena dinilai dekat dengan fasilitas pendidikan, agar dapat digunakan oleh anaknya yang bersekolah di sana.

Investasi gedung
Ternyata, tidak hanya giat menanamkan modal di sektor hunian berupa rumah dan apartemen secara individual, banyak dari investor Tiongkok yang juga mulai merambah investasi gedung-gedung lama dan pengembangan gedung-gedung baru secara korporat.

Baru-baru ini saja, dana sebesar Rp. 728,5 miliar diberikan oleh salah satu pengembang asal Tiongkok untuk membangun Midtown Manhattan. Data dari Forbes juga mengatakan bahwa dana ini merupakan investasi terbesar kedua di AS dari investor asal Tiongkok.

Hebatnya lagi, New York bukan satu-satunya tempat bagi para investor asal Tiongkok untuk menebarkan “jala” investasinya. Bisnisnya juga mulai merambah pasar properti di London dan Sydney. Transaksi mereka kemudian memicu berlakunya apresiasi harga di kedua kota tersebut, yang masing-masingnya sebesar 20 persen dan 15,4 persen.

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita