164 Jum'at, 08 Agustus 2014 | 15:46:22

Tingginya Harga Rerata Rumah di Inggris

Tingginya Harga Rerata Rumah di Inggriskompasiana

Lonjakan harga rumah di Inggris kini memang sangat signifikan. Bahkan mereka yang memiliki pendapatan Rp 2 miliar per tahun atau Rp 166,7 per bulan tidak bisa menjangkaunya. Ini disebabkan harga rerata per Juli 2014 saja sebesar 5,02 kali pendapatan tahunan seorang pekerja penuh waktu. Menurut indeks bulanan Halifax, harga rerata rumah telah meningkat sebesar 10,2 persen mencapai angka Rp 3,6 miliar. Harga rerata bulan Juli lebih tinggi dibanding harga rerata pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 4,96 persen.

Halifax juga menyebutkan bahwa alasan ketimpangan perbandingan harga rerata rumah dan pendapatan pekerja adalah upah yang menurun akibat krisis keuangan. Biaya pengeluaran tahunan naik sebesar 0,7 persen terhadap inflasi sebesar 1,9 persen. hal itu berarti biaya hidup akan jauh lebih cepat naik dibanding peningkatan upah.

Harga terus meroket

Membaiknya ekonomi, suku bunga rendah serta skema kredit yang jauh lebih mudah disertai bunga murah, dianggap sebagai penyebab meningkatnya permintaan rumah. Sayangnya, peningkatan kebutuhan itu tidak diiringi penambahan stok. Hasilnya, harga pun menjulang tinggi khususnya di London.

Meroketnya harga properti London, dinilai sebagai surga dan ladang investasi menarik bagi orang-orang kaya dunia. Tak heran, para investor lintas negara membidik properti di London ini sebagai alat investasi mereka.

Boris Johnson selaku Wali Kota London menyatakan, naiknya harga properti di London justru adalah hal yang tepat untuk dimiliki oleh kalangan kaya internasional. Kota ini merupakan jawaban bagi investor asal Amerika Serikat atau negara lain di Eropa.

"Masuknya orang asing kaya membuat harga properti di London sangat mahal," kata Boris.

Pada Juni lalu, harga rumah di 17 dari 32 kawasan London berada di atas angka rerata. Di empat kawasan nilai rerata lebih dari 1 juta poundtserling atau Rp 20 miliar. Sementara Kensington dan Chelsea, adalah kawasan dengan properti paling mahal yaitu 2,380 juta poundsterling atau Rp 47,7 miliar.

"London telah mengubah budaya dan filosofis Uni Eropa. London adalah tempat tujuan semua orang dan tempat yang tepat untuk berkumpul. Inggris perlu mengubah sikap terhadap orang-orang kaya ini," ungkap Boris.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita