113 Kamis, 07 Agustus 2014 | 15:47:49

Donald Trump Tuntut Dua Kasino

Donald Trump Tuntut Dua Kasinoarchinect

Donald Trump menuntut dua kasino besar di Atlantic City agar tidak lagi beroperasi. Ia memerintahkan pemilik kasino itu untuk menghapus nama besar Trump dari label tempat judi tersebut. Trump Plaza Hotel & Casino dan Trump Taj Mahal, kedua kasino tersebut, dinilai gagal memenuhi standar industri bisnis perjudian, khususnya dari sisi kebersihan, pelayanan dan makanan serta minuman. Itulah gugatan yang diajukan Trump, Rabu (6/8/14) lalu di pengadilan negara Atlantic City, New Jersey. Trump minta hakim mendesak Trump Entertainment Resorts Inc, yang sempat mengelola lokasi perjudian itu, untuk memulihkan segala kekurangan yang ada atau menghapus namanya.

Dilansir dari situs The Trump Entertainment Resorts, situs tersebut memuat; "Kasino-kasino The Trump di Atlantic City adalah yang terbaik dan resor paling mewah di dunia untuk Anda. Saya pribadi mengundang Anda menikmati segala sesuatu yang kami tawarkan''.

Adapun dalam gugatannya harus ditutup pada 16 September 2014 mendatang. Penutupan tempat judi tersebut akan menyebabkan sekitar 1.000 orang kehilangan pekerjaannya.

"Sejak Pak Trump meninggalkan Atlantic City beberapa tahun lalu, entitas lisensi telah memungkinkan kasino-kasino itu jatuh, rusak, dan gagal untuk mengelola properti kasino sesuai dengan standar kualitas yang tinggi dan mewah yang memang diperlukan," ujar pengacara Trump.

Trump yang berusia 68 dikenal sebagai pengembang real estate, operator hotel, juga lapangan golf. Ia mendapatkan lisensi judi pada 1983, dan lalu membangun tiga kasino di Atlantic City. Trump menandatangani perjanjian pada Juli 2010 lalu atas lisensi namanya untuk Trump Plaza dan Taj Mahal.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita