132 Rabu, 06 Agustus 2014 | 16:12:02

100.000 Rumah Untuk Gaza

100.000 Rumah Untuk Gazaantaranews

Perang Hamas-Israel bukan cuma memakan korban jiwa, tetapi juga menghancurkan bangunan-bangunan strategis dan penting di Jalur Gaza. Beberapa bangunan vital yang hancur diantaranya rumah sakit, perkantoran, fasilitas-fasilitas umum juga jaringan listrik, air, dan jalan. Bukan cuma itu, ratusan ribu rumah milik penduduk di sana juga hancur berantakan. Alhasil, sejumlah 400.000 penduduk harus menjadi tunawisma. Jumlah kerugian yang diperkirakan senilai 6 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 70,5 triliun, hanya perkiraan awal saja. Jumlah ini akan meningkat jika semua unit rumah yang hancur, diverifikasi.

Wakil Perdana Menteri Palestina, Mohammed Mustafa menilai, jika ditambah dengan kerusakan lainnya seperti rumah penduduk, pabrik, pusat belanja dan kawasan industri, kerugiannya akan mencapai lebih dari nilai tersebut.

"Rumah warga yang hancur saja mencapai ratusan ribu unit. Jadi, kami asumsikan kebutuhan rumah mencapai sekitar 100.000 unit," ungkap Mustafa.

Ada pun infrastruktur vital yang juga hancur karena konflik kali ini dan harus segera diperbaiki adalah jaringan listrik. Kini seluruh jaringan listrik telah dinon-aktifkan karena pembangkit utama hancur lebur diterpa bom Israel.

Selain jaringan listrik, infrastruktur lainnya yang ikut hancur adalah saluran air limbah dan jaringan air bersih.

Walaupun dunia internasional sudah berjanji bakal membantu dalam upaya pembangunan kembali, tetapi tampaknya Gaza akan dirundung masalah lain yaitu kelangkaan bahan bangunan.

Alasannya, Israel masih memberlakukan pembatasan kuota impor semen dan baja sebagai bagian dari blokade keamanan daerah-daerah staretgis. Jadi, bantuan internasional juga menimbulkan kekhawatiran bahwa Hamas akan menyalahgunakan dana rekonstruksi untuk membangun kembali kemampuan militernya.

 

 

Sumber: Kompas

📄 View Comment

Tulis Komentar

4 Komentar

  1. image
    Ignasi Cleto Agustus 29, 12:53

    Usu inani perfecto quaestio in, id usu paulo eruditi salutandi. In eros prompta dolores nec, ut pro causae conclusionemque. In pro elit mundi dicunt. No odio diam interpretaris pri.

    Tanggapi Komentar
Lihat semua komentar

Tulis Komentar

Anda harus Login terlebih dahulu untuk dapat menulis komentar.

    Berita Terkait

    Tidak ada artikel terkait

Pencarian Berita